Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

INCO Alami Penurunan Drastis Laba Bersih Nyaris 80% pada 2024

175
×

INCO Alami Penurunan Drastis Laba Bersih Nyaris 80% pada 2024

Sebarkan artikel ini
INCO Alami Penurunan Drastis Laba Bersih Nyaris 80% pada 2024 BURSA NUSANTARA
INCO catat pendapatan turun 22,87% dan laba bersih anjlok nyaris 80% pada 2024; margin laba turun drastis dari 22,3% ke 6,1%.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Vale Indonesia Tbk (INCO), salah satu perusahaan tambang terkemuka yang tergabung dalam MIND ID, mencatatkan penurunan signifikan dalam kinerja keuangannya pada tahun 2024.

Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa pendapatan INCO turun sebesar 22,87% year-on-year (yoy), dari US$1,2 miliar pada tahun 2023 menjadi hanya US$950,4 juta pada tahun 2024.

Sponsor
Iklan

Penurunan Pendapatan dan Dampaknya

Fokus pada Penjualan Terhadap Dua Pemegang Saham Utama

Penurunan pendapatan INCO sebagian besar disebabkan oleh penurunan penjualan yang ditujukan kepada dua pemegang saham utama, yaitu Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM).

Data menunjukkan bahwa penjualan kepada VCL turun hingga US$760,2 juta dan kepada SMM sebesar US$190,2 juta per Desember 2024.

Walaupun beban pokok pendapatan mengalami penurunan moderat sebesar 4,9% yoy, penurunan pendapatan ini secara keseluruhan berdampak besar pada performa keuangan perusahaan.

Dampak pada Laba Kotor dan Margin

Laba kotor INCO turut mengalami penurunan signifikan, terjun 68,8% yoy menjadi US$108,2 juta di akhir 2024.

Penurunan ini membawa gross profit margin yang sebelumnya berada pada 28,2% turun drastis ke 11,4%. Penurunan margin tersebut menunjukkan bahwa meskipun penurunan beban dan biaya telah terjadi, efisiensi operasional belum cukup untuk mengimbangi penurunan pendapatan, sehingga mempengaruhi profitabilitas perusahaan.

Implikasi Terhadap Laba Bersih

Laba Bersih Anjlok Nyaris 80%

Yang lebih mencolok adalah penurunan laba bersih INCO yang menyentuh angka US$57,76 juta pada akhir Q4 2024.

Angka ini merupakan penurunan 78,95% yoy jika dibandingkan dengan US$274,33 juta pada tahun 2023, atau sekitar 4,75 kali lipat penurunan.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya pengurangan beban, penurunan pendapatan dan margin kotor yang tajam telah menggerus profitabilitas perusahaan secara signifikan.

Implikasi dan Prospek ke Depan