Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Ramadan Kareem, Dividen Final BBRI 2024: Yield Menggiurkan

180
×

Ramadan Kareem, Dividen Final BBRI 2024: Yield Menggiurkan

Sebarkan artikel ini
Ramadan Kareem, Dividen Final BBRI 2024 Yield Menggiurkan
Saham BBRI anjlok 6,3% akibat laba Januari turun 58%. Namun, prospek dividen final 2024 tetap menarik dengan yield hingga 6%. Simak analisanya!

Saham BBRI Tertekan, Namun Dividen Final 2024 Tetap Menarik

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami tekanan hebat setelah laporan keuangan Januari 2025 menunjukkan penurunan laba bersih hingga 58% secara tahunan.

Namun, di balik penurunan ini, ada harapan besar bagi investor terkait dividen final tahun buku 2024 yang diperkirakan tetap menggiurkan dengan yield mencapai 6%.

Sponsor
Iklan

Saat berita ini ditulis, harga saham BBRI turun 6,3% ke level Rp 3.400, setelah sempat menyentuh Rp 3.360. Sebagai perbandingan, saham BBCA dan BMRI masih relatif stabil, sementara BBNI terkoreksi 4%.

Mengapa Laba BBRI Anjlok?

Penurunan laba bersih BBRI yang signifikan menjadi perhatian utama investor. Beberapa faktor yang menyebabkan tekanan pada kinerja keuangan BBRI adalah:

1. Net Interest Margin (NIM) Turun

Pada Januari 2025, NIM BBRI turun menjadi 6,15%, dibandingkan 6,63% di Januari 2024 dan 6,94% di Desember 2024. Penurunan ini menunjukkan margin keuntungan dari bunga pinjaman semakin tergerus.

2. Beban Provisi (Credit Cost) Membengkak

Beban provisi atau credit cost melonjak menjadi Rp 5,6 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Januari 2024 yang hanya Rp 2 triliun, serta Desember 2024 yang sebesar Rp 1,2 triliun.

3. Kenaikan Non-Performing Loan (NPL)

Sucor Sekuritas mencatat bahwa credit cost BBRI naik menjadi 5,6% pada Januari 2025, jauh di atas panduan tahunan 3-3,2%. Namun, kondisi ini masih bisa diperbaiki dengan peningkatan pertumbuhan kredit ke level 7-8% di semester II 2025. Selain itu, downgrade NPL bulanan diharapkan dapat normalisasi ke Rp 3-3,5 triliun, dari sebelumnya Rp 5,6 triliun.

“Credit cost pada Januari lalu merupakan yang tertinggi dan diharapkan turun pada semester II tahun ini, didukung oleh kondisi likuiditas dan perbaikan kualitas kredit,” tulis laporan Sucor Sekuritas.

Dividen Final 2024: Seberapa Besar?

Meski kinerja laba sedang mengalami tekanan, prospek dividen final BBRI untuk tahun buku 2024 tetap menarik. Beberapa analis memperkirakan bahwa BBRI masih mampu memberikan rasio dividen hingga 85%, dengan total dividen sekitar Rp 30,8 triliun. Jika dihitung per saham, dividen yang dibagikan akan mencapai Rp 204, yang mencerminkan yield sebesar 6%.

Selain itu, analisis dari BNI Sekuritas (BNIS) menyebutkan bahwa total yield dividen BBRI bisa mencapai 9,3-9,8% jika digabungkan dengan dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya.

RUPS Maret 2025: Katalis Baru bagi Saham BBRI?

Salah satu agenda penting yang dinanti investor adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BBRI yang akan berlangsung pada Maret 2025. Dalam rapat ini, akan dibahas:

  • Keputusan final terkait besaran dividen yang akan dibagikan
  • Strategi manajemen dalam menghadapi tekanan laba dan kredit
  • Outlook kinerja BBRI untuk sisa tahun 2025

BNIS dalam analisanya mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham BBRI dalam jangka panjang dengan target harga Rp 4.700 dalam 12 bulan ke depan. Namun, untuk jangka pendek (3 bulan), BNIS menyarankan HOLD, sembari menunggu kepastian lebih lanjut dari RUPS mendatang.

Apakah Saham BBRI Masih Layak Investasi?

Meskipun laba bersih BBRI anjlok di awal tahun, saham ini tetap menarik karena:

  • Dividen final 2024 masih tinggi dengan yield sekitar 6%.
  • Prospek perbaikan kinerja di semester II 2025 dengan pertumbuhan kredit yang lebih stabil.
  • Dukungan dari analis dan rekomendasi positif dalam jangka panjang.

Namun, investor tetap perlu mencermati hasil RUPS Maret mendatang sebelum mengambil keputusan besar. Apakah BBRI mampu bangkit dan mempertahankan dominasinya di sektor perbankan? Kita tunggu perkembangannya!

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.