Agresif! AADI Serap Capex US$ 243 Juta demi Perkuat Rantai Pasok di Kalimantan
JAKARTA – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga keberlangsungan operasional dan efisiensi jangka panjang. Hingga September 2025, emiten batu bara raksasa ini telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 243 juta, atau hampir menyentuh batas bawah target tahunan di angka US$ 250-300 juta.
Realisasi capex ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan tetap fokus pada pengembangan infrastruktur strategis meski pasar batu bara global tengah menghadapi tekanan harga yang cukup signifikan.
Infrastruktur Kaltara dan Penguatan Logistik
Direktur AADI, Lie Luckman, mengungkapkan bahwa alokasi belanja modal tersebut diprioritaskan untuk membangun kemandirian energi dan kelancaran distribusi.
“Belanja modal digunakan terutama untuk investasi pada pembangkit listrik guna menunjang kegiatan industri di Kalimantan Utara, pembelian tongkang, serta sarana pendukung rantai pasokan perusahaan,” jelas Lie Luckman dalam keterangan resminya, Senin (22/12/2025).
Langkah ini dinilai taktis untuk menekan biaya operasional di masa depan melalui kepastian pasokan listrik dan armada logistik milik sendiri.
Kinerja Operasional On-Track di Tengah Volatilitas
Secara operasional, AADI mencatatkan volume penjualan yang solid sebesar 52,69 juta ton hingga kuartal III-2025. Angka ini masih berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan di level 65-67 juta ton. Pasar domestik tetap menjadi kontributor utama, disusul oleh Malaysia, India, dan China.
Namun, dari sisi keuangan, AADI tidak luput dari koreksi pasar. Pendapatan tercatat turun 11% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 3,6 miliar, sementara laba bersih terkoreksi 44% ke angka US$ 655 juta. Penurunan ini murni disebabkan oleh melandainya harga batu bara termal akibat melimpahnya pasokan global dan penurunan permintaan musiman.
Strategi Menghadapi Tekanan Harga 2026
Menyikapi tantangan pasar, manajemen AADI menekankan pada dua pilar utama: disiplin keuangan dan peningkatan produktivitas. Perusahaan meyakini bahwa meski harga bergejolak, peran batu bara dalam bauran energi global tetap vital seiring meningkatnya kebutuhan energi jangka panjang.
Bagi investor, serapan capex yang disiplin pada infrastruktur inti menunjukkan bahwa AADI sedang membangun “parit ekonomi” (economic moat) untuk tetap kompetitif saat harga komoditas kembali pulih nantinya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










