Emiten Baru AADI Jaga Momentum Pasca-IPO dengan Kebijakan Dividen Tunggal
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi menetapkan tidak akan membagikan dividen final atas laba bersih tahun buku 2024.
Keputusan ini ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (22/5/2025), menyusul dividen jumbo yang telah dibayarkan perusahaan pada Juni tahun lalu.
Total dividen yang telah disalurkan kepada pemegang saham mencapai US$2,21 miliar. Sebesar US$858,92 juta berasal dari laba bersih 2024, sedangkan US$1,35 miliar lainnya diambil dari saldo laba ditahan.
Sebagai emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2024, AADI mengambil langkah berbeda dibandingkan induknya sebelum pemisahan, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang terbiasa membagikan dividen interim dan final.
Kebijakan Dividen Sekaligus Dinilai Sebagai Langkah Konsolidatif
Strategi pembagian dividen hanya satu kali dalam satu tahun fiskal dipandang sebagai langkah konsolidatif untuk menjaga fleksibilitas keuangan AADI.
Laba bersih perusahaan sepanjang 2024 tercatat naik 5,86% year-on-year menjadi US$1,21 miliar, namun manajemen memilih menyisihkan US$341,87 juta sebagai laba ditahan.
Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani, menyebut bahwa AADI telah menyusun perencanaan modal yang matang pascapencatatan saham.
“AADI memproyeksikan capex sekitar US$250–300 juta untuk tahun 2025,” tulisnya dalam laporan riset bertanggal 7 Maret 2025.
Menurutnya, langkah perusahaan untuk menyalurkan seluruh dividen lebih awal sekaligus mempertahankan kas perusahaan memperkuat kesiapan menghadapi investasi jangka menengah.
Siap Hadapi Tahun Investasi, Peluang Dividen 2025 Tetap Terbuka
Kebijakan ini mencerminkan kesiapan AADI dalam menyongsong masa ekspansi dan memperkuat posisi keuangannya sebagai entitas publik yang baru.
Dengan kas yang lebih solid, AADI lebih leluasa dalam menjalankan agenda investasi yang telah direncanakan untuk tahun berjalan.
Meski tahun ini tidak ada dividen tambahan, prospek pembagian dividen tetap terbuka untuk tahun buku 2025.
Manajemen menyampaikan dalam prospektus IPO bahwa AADI akan mengupayakan dividend payout ratio hingga 45% pada periode mendatang.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap pemegang saham tetap terjaga, namun disesuaikan dengan kesiapan fundamental perusahaan untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







