Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Adaro Indonesia Guyur Dividen 35,94 Triliun, Siap Buyback 4 Triliun

224
×

Adaro Indonesia Guyur Dividen 35,94 Triliun, Siap Buyback 4 Triliun

Sebarkan artikel ini
Adaro Indonesia Guyur Dividen 35,94 Triliun, Siap Buyback 4 Triliun
Adaro Indonesia bagikan dividen jumbo dari laba dan saldo laba, plus buyback Rp4 triliun disetujui pemegang saham.

Dividen Jumbo dan Buyback Warnai RUPS Tahunan Adaro Indonesia

JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten batu bara PT Adaro Indonesia (AADI) mengukir langkah strategis dengan membagikan dividen tunai jumbo senilai USD2,21 miliar atau setara Rp35,94 triliun, menggunakan asumsi kurs referensi Bank Indonesia sebesar Rp16.250 per dolar AS.

Langkah korporasi ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2024 yang digelar pada 22 Mei 2025. Porsi dividen tersebut berasal dari 70 persen laba bersih tahun 2024 yang mencapai USD858,92 juta, ditambah suntikan dari saldo laba ditahan sebesar USD1,35 miliar.

Sponsor
Iklan

Investor Kantongi Dividen Rp4.615 per Saham

Dengan kebijakan tersebut, para pemegang saham AADI berhak atas dividen USD0,284 per lembar saham, atau setara sekitar Rp4.615 per helai saham menggunakan asumsi kurs saat ini.

Selain itu, sekitar USD10 juta dari laba bersih 2024 dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sedangkan sisanya USD341,87 juta ditahan kembali sebagai bagian dari saldo laba perseroan.

Buyback Rp4 Triliun Dapat Lampu Hijau

Di luar pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan anggaran maksimal Rp4 triliun.

Langkah ini diambil sebagai strategi penguatan harga saham dan efisiensi struktur permodalan, sejalan dengan kebijakan pro-pasar yang mulai banyak diterapkan emiten besar tanah air.

Kinerja Keuangan Stabil Meski Pendapatan Menyusut

Sepanjang 2024, Adaro Indonesia mencatat laba bersih USD1,21 miliar, naik tipis dari tahun 2023 yang sebesar USD1,14 miliar. Namun, pendapatan usaha mengalami penurunan menjadi USD5,31 miliar, dari sebelumnya USD5,91 miliar di akhir 2023.

Dari sisi neraca, total ekuitas Adaro juga mengalami koreksi, turun dari USD4,79 miliar pada akhir 2023 menjadi USD3,36 miliar di akhir tahun lalu.

Dengan kombinasi pembagian dividen besar dan buyback saham, langkah Adaro mencerminkan komitmen perusahaan milik Boy Thohir ini untuk menjaga kepercayaan investor serta menciptakan nilai tambah jangka panjang di tengah dinamika industri batu bara global.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.