Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

ADHI Diam-diam Simpan Rp1 Triliun di Bank, Buat Apa?

109
×

ADHI Diam-diam Simpan Rp1 Triliun di Bank, Buat Apa?

Sebarkan artikel ini
ADHI Diam-diam Simpan Rp1 Triliun di Bank, Buat Apa
Adhi Karya masih menyimpan sisa dana rights issue sebesar Rp1,02 triliun per Juni 2025, dengan penempatan di sejumlah bank BUMN dan swasta asing, sambil terus realisasikan investasi infrastruktur strategis.

Adhi Karya Masih Simpan Rp1 Triliun Dana Rights Issue, Simpanan Tersebar di Enam Bank

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) masih mengantongi sisa dana rights issue sebesar Rp1,02 triliun per 30 Juni 2025.

Dana tersebut berasal dari aksi Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) ADHI-R yang dilaksanakan pada Oktober 2022.

Sponsor
Iklan

Total dana bersih yang berhasil dikumpulkan ADHI melalui rights issue ini mencapai Rp2,65 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,62 triliun telah direalisasikan untuk sejumlah proyek infrastruktur nasional.

Rozi Sparta selaku Corporate Secretary ADHI menjelaskan bahwa sisa dana rights issue itu belum digunakan sepenuhnya dan masih ditempatkan dalam bentuk simpanan berjangka serta giro.

Penempatan dana dilakukan pada beberapa bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI serta satu bank swasta asing, yakni Bank J Trust.

Tersebar di Enam Bank dengan Tingkat Bunga Variatif

Simpanan terbesar dicatatkan di Bank Mandiri sebesar Rp461,41 miliar dengan bunga 4%.

Bank BRI menyimpan Rp401,93 miliar, ditambah simpanan tambahan sebesar Rp39,16 miliar di institusi yang sama.

Bank Mandiri juga menampung dana giro tambahan sebesar Rp737,86 juta.

Bank BNI menyimpan dua komponen dana yakni Rp777,09 juta dan Rp4,92 miliar, dengan bunga hanya 2%.

Sementara itu, dana senilai Rp120 miliar disimpan dalam bentuk deposito di Bank J Trust Indonesia.

Distribusi penempatan ini menunjukkan strategi ADHI dalam mengelola dana idle dengan tetap menjaga likuiditas dan kehati-hatian fiskal.

Realisasi Penggunaan untuk Proyek Strategis Tol

Dana rights issue yang telah digunakan mayoritas disalurkan ke proyek pembangunan jalan tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.

Sebesar Rp1,47 triliun atau sekitar 56% dari total dana bersih dialokasikan untuk PT Jasamarga Jogja Solo, entitas penggarap tol tersebut.

Dana sebesar Rp100 miliar (4%) digunakan untuk PT Jasamarga Jogja Bawen, yang juga bergerak di proyek tol.

Sebesar Rp47,6 miliar atau 2% digunakan sebagai setoran modal untuk PT Jalintim Adhi Abipraya.

Sebesar Rp2,69 miliar disalurkan untuk investasi pengolahan limbah dan infrastruktur lainnya.

Alokasi tersebut memperkuat posisi ADHI sebagai kontraktor utama proyek konektivitas nasional di sektor jalan tol.

Fokus Efisiensi dan Transparansi Pemanfaatan Dana

Penempatan dana rights issue yang masih tersisa mencerminkan pendekatan berhati-hati ADHI dalam mengelola keuangan korporasi.

Perusahaan pelat merah ini menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan dana publik tetap menjadi prioritas dalam menghadapi tekanan pembiayaan proyek.

Laporan penempatan simpanan yang detail dan transparan memperlihatkan akuntabilitas ADHI sebagai emiten BUMN.

Dengan masih adanya lebih dari Rp1 triliun dana yang belum digunakan, ADHI masih memiliki ruang gerak untuk ekspansi proyek lanjutan ke depan.

Kinerja pengelolaan dana ini akan terus jadi sorotan pasar dalam menilai fundamental ADHI di tengah kompetisi sektor konstruksi nasional.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan