Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

ADRO Bagi Dividen Rp4,88 T, Tapi Kok Saham Turun?

71
×

ADRO Bagi Dividen Rp4,88 T, Tapi Kok Saham Turun?

Sebarkan artikel ini
ADRO Bagi Dividen Rp4,88 T, Tapi Kok Saham Turun
ADRO resmi membagikan dividen final sebesar Rp4,88 triliun pada 27 Juni 2025. Meski yield mendekati 8%, saham justru melemah. Ini analisisnya.

Dividen Final Rp 4,88 Triliun Cair Hari Ini

Dividen Final Rp 4,88 Triliun Cair Hari Ini

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) resmi membagikan dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp 4,88 triliun pada Jumat, 27 Juni 2025.

Jumlah tersebut setara dengan Rp 166,69 per saham, berdasarkan total saham beredar sebanyak 29,32 miliar lembar.

Sponsor
Iklan

Dividen ini merupakan bagian dari total pembagian laba bersih tahun 2024 sebesar US$ 1,38 miliar, di mana 36,23% dialokasikan sebagai dividen tunai.

Sebelumnya, ADRO telah menyalurkan dividen interim senilai US$ 200 juta pada Januari 2025, dan sisanya US$ 300 juta (Rp 4,88 triliun) dicairkan hari ini.

Yield Menarik, Tapi Harga Saham Melemah

Meski dividennya besar, saham ADRO justru melemah dalam sepekan terakhir. Pada 25 Juni 2025, saham ditutup di Rp 1.785, turun 1,65% dari hari sebelumnya. Secara mingguan, ADRO terkoreksi hingga 10,3%, dengan aksi jual asing tercatat mencapai Rp 218 miliar.

Padahal, jika mengacu pada harga cum dividend Rp 2.120, yield dividen ADRO mencapai sekitar 7,86%, angka yang tergolong tinggi untuk sektor tambang.

Penyebab Tekanan Harga Saham

Analis pasar menilai penurunan harga saham ADRO bukan karena fundamental, tetapi akibat:

  • Efek ex-dividen: Koreksi harga saham setara dengan nilai dividen.
  • Profit taking: Investor jangka pendek menjual setelah dapat hak dividen.
  • Tekanan sektor batu bara: Harga komoditas global masih lesu.

Strategi Investasi: Tahan atau Lepas?

Bagi investor dividen, prospek ADRO tetap solid mengingat yield yang kompetitif dan fundamental kuat. Namun, volatilitas jangka pendek tetap harus diperhitungkan.

Trader bisa mempertimbangkan masuk kembali jika harga mendekati support psikologis, sementara investor jangka panjang disarankan tetap hold selama arah bisnis tambang masih positif.

Dividen jumbo tak selalu bikin harga saham naik. Tapi di balik tekanan jangka pendek, peluang tetap terbuka bagi investor yang tahu cara membaca momentum.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.