JAKARTA, BursaNusantara.com – Dua emiten besar PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tengah menjadi perbincangan panas di pasar modal. Langkah strategis yang diambil ADRO, termasuk spin off bisnis batu bara termal melalui AADI, membuatnya tetap relevan di tengah dinamika industri energi.
ADRO, yang sebelumnya bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk, memutuskan melakukan divestasi besar-besaran terhadap unit usaha batu bara termalnya, AADI. Dengan penawaran umum perdana (IPO) AADI pada 5 Desember 2024, ADRO fokus mengembangkan bisnis mineral dan energi hijau.
Dividen Super Jumbo dan IPO AADI
Aksi divestasi ADRO terhadap AADI tidak main-main. Sebelumnya, ADRO menggelar pembagian dividen besar mencapai Rp 41,7 triliun untuk mendukung pemegang sahamnya dalam menebus saham AADI di harga Rp 5.960/saham. IPO AADI pun dibanderol dengan harga Rp 5.550/saham, menjadikannya salah satu penawaran saham paling menarik di pasar modal tahun ini.
Setelah aksi ini, kepemilikan ADRO di AADI berkurang drastis dari 89,99% menjadi hanya 15,37%. Dengan langkah ini, ADRO siap mengarahkan fokusnya ke bisnis mineral dan inisiatif hijau sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Kiprah Boy Thohir di Balik Sukses ADRO dan AADI
Nama Garibaldi “Boy” Thohir, presiden direktur ADRO sekaligus pengendali utama bersama PT Adaro Strategic Investments, kembali menjadi sorotan. Boy turut menebus saham AADI melalui mekanisme PUPS ADRO, membeli 450,36 juta saham AADI dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,68 triliun.
Investasi Boy terbukti strategis. Dengan harga saham AADI yang naik menjadi Rp 7.725/saham per 24 Desember 2024, nilai kepemilikannya melesat menjadi Rp 3,47 triliun.
Tak hanya di pasar modal, Boy Thohir juga bersinar dalam daftar orang terkaya Indonesia. Menurut Forbes 2024, ia berada di posisi ke-17 dengan kekayaan bersih US$ 3,8 miliar (setara Rp 61,5 triliun).
Langkah Besar Menuju Masa Depan
Perjalanan Boy Thohir di dunia tambang dimulai sejak 2005, ketika ia membeli saham Adaro dari New Hope, perusahaan Australia. Kini, ADRO yang ia pimpin dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, bahkan masuk daftar TIME World’s Best Companies 2024.
Dengan fokus baru pada mineral dan energi hijau, ADRO menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi pemain utama di sektor energi global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








