JAKARTA, BursaNusantara.com – Pergerakan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencuri perhatian pelaku pasar usai mencatat lonjakan harga signifikan sebesar 4,16% ke level Rp 1.880 pada perdagangan Selasa, 22 April 2025.
Kenaikan ini didorong oleh tingginya minat beli serta sentimen positif dari rencana pembelian kembali saham (buyback) oleh perseroan.
Volume perdagangan melonjak tajam
Selama sesi perdagangan tersebut, tercatat sebanyak 121,77 juta lembar saham ADRO berpindah tangan, dengan frekuensi transaksi mencapai 20.781 kali.
Nilai transaksi pun melonjak drastis menjadi Rp 226,95 miliar. Sebagai perbandingan, pada perdagangan sebelumnya (21 April 2025), hanya 34,1 juta saham yang diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 61,52 miliar.
Rekomendasi analis dan potensi harga
Mandiri Sekuritas dalam riset teknikal terbaru untuk perdagangan 23 April 2025 memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham ADRO dengan target harga jangka pendek di Rp 1.910. Sementara stop loss disarankan jika harga turun ke level Rp 1.870.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas kembali mengeluarkan rekomendasi beli untuk ADRO dengan target harga lebih agresif di Rp 2.300.
Valuasi tersebut mengacu pada metode sum of the parts (SOTP), dengan estimasi rasio price to earnings (P/E) sebesar 13 kali dan price to book value (P/B) di kisaran 0,8 kali untuk tahun 2025.
Sejak penutupan perdagangan 8 April 2025, saham ADRO telah mencatatkan kenaikan harga sebesar 14,28%, mencerminkan peningkatan sentimen pasar terhadap emiten tambang energi ini.
Buyback Rp 4 triliun dari kas internal
Sentimen positif lainnya datang dari aksi korporasi yang direncanakan oleh manajemen ADRO, yaitu pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp 4 triliun.
Aksi ini dijadwalkan mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 15 Mei 2025.
Manajemen menyebutkan bahwa seluruh dana buyback akan bersumber dari kas internal dan tidak akan memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.
“Penggunaan dana untuk pembelian kembali saham tersebut tidak akan memengaruhi kemampuan keuangan perseroan secara signifikan,” demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi pada 8 April 2025.
Langkah buyback ini dinilai sebagai upaya strategis untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan milik konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir tersebut.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








