Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

AKRA Bidik Laba Bersih Rp2,6 Triliun di 2025

139
×

AKRA Bidik Laba Bersih Rp2,6 Triliun di 2025

Sebarkan artikel ini
akra bidik laba bersih rp2 6 triliun di 2025 kompres
PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) targetkan laba bersih Rp2,6 triliun di 2025, didukung penjualan lahan, utilitas, dan distribusi BBM. Saham direkomendasikan beli.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) optimis mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun hingga Rp2,6 triliun pada tahun 2025. Proyeksi ini disampaikan melalui riset terbaru BRI Danareksa Sekuritas, yang mengungkap sejumlah faktor pendukung target ambisius tersebut.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry, menjelaskan bahwa manajemen AKRA memperkirakan peningkatan laba bersih didorong oleh berbagai asumsi strategis. “Manajemen memperkirakan kenaikan volume penjualan minyak bumi dan bahan kimia sebesar 5% hingga 7% secara tahunan. Selain itu, margin minyak bumi diproyeksikan stabil di level tahun ini, serta penjualan lahan diperkirakan mencapai 80 – 110 hektare,” ujar Richard dalam riset yang dirilis pada Kamis (9/1/2025).

Sponsor
Iklan

Faktor Pendorong Kinerja

Salah satu komponen signifikan dalam target ini adalah penjualan lahan. AKRA memproyeksikan penjualan lahan dari Hebang sebesar 50 hektare, ditambah dengan 30 hektare dari klien yang sempat tertunda pada 2024. Penjualan ini diharapkan dapat terealisasi pada 2025. Selain itu, pendapatan dari utilitas juga diperkirakan meningkat seiring dimulainya produksi Xinyi Glass pada Februari 2025 dan kembalinya operasi smelter Freeport pada pertengahan tahun ini.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham AKRA dengan target harga Rp1.600 per saham. Rekomendasi ini mempertimbangkan potensi keuntungan yang masih besar meskipun terdapat risiko penurunan. “Risiko utama mencakup kegagalan dalam mengeksekusi penjualan lahan dan penurunan produksi batu bara serta nikel yang dapat memengaruhi volume dan margin minyak bumi,” tambah Richard.

Tren Pendapatan dan Laba Bersih

Meskipun optimisme tinggi, AKRA menghadapi tantangan dalam mempertahankan tren pertumbuhan pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan, hingga kuartal III/2024, AKRA mencatatkan pendapatan sebesar Rp28,61 triliun, turun 4,55% dibandingkan periode yang sama pada 2023 sebesar Rp29,97 triliun. Pendapatan terbesar bersumber dari segmen perdagangan dan distribusi BBM sebesar Rp21,48 triliun, diikuti perdagangan dan distribusi bahan kimia senilai Rp4,81 triliun.

Segmen kawasan industri menyumbang Rp1 triliun, jasa logistik Rp812 miliar, dan pabrikan Rp499 miliar. Di sisi lain, laba kotor konsolidasi mencapai Rp2,35 triliun dengan margin laba bruto sebesar 8%. Namun, laba bersih yang diraih hingga kuartal III/2024 tercatat sebesar Rp1,47 triliun, lebih rendah 14,19% dibandingkan Rp1,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Optimisme di Tengah Tantangan

Sementara itu, bisnis AKRA juga menghadapi tekanan dari penurunan pendapatan tahunannya. Namun, dengan strategi agresif di bidang perdagangan, distribusi, dan kawasan industri, perusahaan tetap yakin dapat mencapai target laba yang ditetapkan. Hingga berita ini diterbitkan, manajemen AKRA melalui Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Suresh Vembu, belum memberikan tanggapan resmi terkait proyeksi tersebut.

Potensi peningkatan kinerja AKRA di 2025 juga didukung oleh kolaborasi strategis dengan mitra global serta optimasi aset perusahaan. Selain itu, momentum ekonomi yang membaik pascapandemi diharapkan mampu mendorong realisasi target yang telah ditetapkan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru