Aksi KorporasiPasar

AKRA Optimistis Laba Tumbuh 15% di 2025

103
AKRA Optimistis Laba Tumbuh 15% di 2025
AKRA targetkan pertumbuhan laba hingga 15% di 2025 lewat penguatan distribusi BBM, ekspansi lahan JIIPE, dan efisiensi logistik terpadu.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memproyeksikan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih kuat pada tahun 2025, meskipun ketidakpastian makroekonomi global masih membayangi.

Perseroan menargetkan laba bersih tumbuh sekitar 8% hingga 15%, ditopang pemulihan di seluruh lini bisnis, ketahanan operasional, dan investasi strategis.

Distribusi BBM dan Bahan Kimia Masih Jadi Andalan

Segmen perdagangan dan distribusi menjadi kontributor utama. AKRA memperkirakan pertumbuhan laba kotor sebesar 5%–8% dari sektor ini.

Permintaan terhadap bahan kimia dasar dan produk BBM, terutama di kawasan Indonesia Timur, menunjukkan tren positif.

Industri pertambangan sebagai konsumen utama BBM AKRA turut mengalami pertumbuhan berkat peningkatan aktivitas pre-stripping dan ekstraksi mineral.

Hilirisasi dan Mineral Strategis Dorong Permintaan

Dukungan pemerintah terhadap hilirisasi menjadi katalis tambahan. Permintaan atas mineral hijau strategis seperti nikel, tembaga, dan bauksit terus meningkat.

AKRA memanfaatkan momentum ini melalui jaringan logistiknya, termasuk terminal penyimpanan, kapal, dan armada truk tangki.

Semua sistem didukung platform teknologi digital untuk memaksimalkan efisiensi dan daya tanggap operasional.

Ekspansi Ritel dan Penguatan Kawasan Industri

AKRA juga terus memperluas segmen ritel BBM. Ekspansi outlet baru dan promosi bahan bakar berkualitas menjadi fokus utama, terutama di kawasan urban dan semi-urban.

Sementara itu, bisnis kawasan industri di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) ditargetkan menjual lahan 80 hingga 110 hektare sepanjang 2025.

Lonjakan ini jauh di atas realisasi 2024 yang hanya mencapai 37 hektare.

JIIPE dianggap strategis sebagai kawasan industri pelabuhan terintegrasi, sehingga menarik minat investor domestik maupun asing.

Pertumbuhan Berulang dan Keberlanjutan

Mulainya operasional smelter tembaga dan industri besar lainnya di JIIPE akan meningkatkan permintaan utilitas serta layanan pelabuhan.

AKRA juga fokus menjaga profitabilitas melalui pengelolaan modal kerja yang ketat dan peningkatan produktivitas.

Teknologi digital dan efisiensi energi menjadi pilar operasional perusahaan.

Program keberlanjutan dan peningkatan skor ESG juga terus digenjot sebagai bentuk tanggung jawab terhadap investor dan pemangku kepentingan.

Pemulihan Setelah Penurunan 2024

Sebagai informasi, pada 2024 lalu, AKRA mencatatkan penurunan pendapatan 7,98% secara tahunan menjadi Rp 38,73 triliun.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyusut 19,78% menjadi Rp 2,23 triliun.

Dengan strategi yang disiapkan, manajemen optimistis 2025 akan menjadi titik balik menuju pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version