BisnisEnergi

Akuisisi Strategis MEDC di Jantung Energi Sumatra

65
Akuisisi Strategis MEDC di Jantung Energi Sumatra
Medco Energi akuisisi 24% saham PSC Corridor dari Repsol senilai US$425 juta. Strategi perluasan aset gas Sumatra Selatan, rampung kuartal III 2025.

Medco Energi Akuisisi 24% Saham Corridor dari Repsol Seharga US$425 Juta

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Medco Energi Internasional Tbk (IDX:MEDC) kembali menggebrak lanskap energi nasional lewat aksi korporasi strategis yang memperluas portofolio gas di Sumatra Selatan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan akuisisi Fortuna International (Barbados), Inc dari Repsol E&P, S.à.r.l. dengan nilai transaksi mencapai US$425 juta.

Fortuna memegang 24% hak kepemilikan tidak langsung pada Production Sharing Contract (PSC) Corridor yang terdiri atas tujuh lapangan gas dan satu lapangan minyak.

Transaksi ini ditargetkan rampung pada kuartal III 2025 dan menjadi bagian dari ekspansi agresif Medco ke infrastruktur energi dalam negeri yang bernilai strategis tinggi.

Gas dari blok ini dijual melalui kontrak jangka panjang ke berbagai entitas bereputasi tinggi di Indonesia dan Singapura, menjamin kestabilan arus kas jangka panjang.

Reposisi Medco ke Energi Gas Nasional

Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi, menegaskan bahwa akuisisi ini memperkuat peta jalan perseroan menuju bisnis rendah karbon berbasis gas.

“Gas adalah tahapan penting dalam transisi energi, dan Corridor PSC adalah aset berkualitas tinggi dengan arus kas yang kuat dan pembeli yang solid,” ujar Hilmi.

Medco memandang aset ini tidak hanya sebagai peluang ekonomi, tetapi juga sebagai dukungan nyata terhadap agenda energi bersih nasional.

Investasi ke blok Sumatra Selatan ini juga mempertegas transformasi Medco dari pemain migas tradisional ke katalis energi masa depan.

Keputusan akuisisi dari Repsol menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi gas alam terintegrasi.

Fokus Medco pada Sumatra Selatan

Aset PSC Corridor merupakan salah satu blok strategis di Sumatra Selatan yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan gas domestik dan ekspor.

Kehadiran tujuh lapangan gas aktif memperlihatkan potensi komersial yang masih terbuka lebar untuk dikembangkan secara optimal.

Medco melihat potensi sinergi antara aset Corridor dan fasilitas eksistingnya sebagai keunggulan kompetitif jangka panjang.

Dengan reputasi sebagai produsen energi efisien, Medco berencana mengintegrasikan infrastruktur teknis dan logistiknya ke dalam sistem operasi Corridor.

Hal ini bertujuan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi teknis dalam jangka menengah.

Repsol, Keluar Terhormat dari Investasi Hulu

Di sisi lain, Repsol E&P, yang selama ini dikenal sebagai operator multinasional dengan jaringan global luas, memilih melepas sebagian portofolionya.

Repsol memiliki reputasi tinggi dalam penerapan keselamatan dan keberlanjutan dalam rantai nilai migasnya, dari eksplorasi hingga pemasaran.

Langkah ini selaras dengan strategi global Repsol yang tengah berfokus mengurangi eksposur dari aset migas konvensional.

Divestasi dari PSC Corridor mencerminkan penyesuaian arah Repsol ke portofolio energi rendah karbon dan teknologi bersih lainnya.

Namun, keputusan ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia masih dianggap sebagai lokasi strategis yang menarik bagi investor regional.

Perspektif Pasar atas Langkah Medco

Pelaku pasar memandang akuisisi ini sebagai sinyal positif terhadap keberanian Medco mengeksekusi investasi bernilai besar di tengah ketidakpastian global.

Harga akuisisi sebesar US$425 juta dinilai cukup kompetitif jika dibandingkan dengan proyeksi arus kas dan nilai cadangan blok tersebut.

Dengan menguasai porsi signifikan dari Corridor, Medco tidak hanya memperbesar kapasitas produksi tapi juga meningkatkan daya tawar di pasar gas ASEAN.

Investor juga menilai bahwa pembelian ini dapat memperkuat posisi keuangan Medco, terutama dari sisi pendapatan berulang berbasis kontrak jangka panjang.

Pergerakan ini akan menarik perhatian analis, mengingat Medco sudah melakukan sejumlah akuisisi penting dalam dekade terakhir.

Gas Alam Jadi Andalan Transisi Energi

Dalam konteks global, gas alam dinilai sebagai solusi transisi dari bahan bakar fosil menuju energi baru dan terbarukan.

Indonesia, sebagai negara dengan potensi gas besar namun masih rendah utilisasinya, membuka ruang eksplorasi dan pengembangan jangka panjang.

Medco, melalui aset PSC Corridor, berpotensi menjadi pemain dominan dalam pasar gas domestik sekaligus pemasok regional utama.

Dengan dukungan infrastruktur dan kepastian pembeli, aset ini akan menopang ketahanan energi nasional selama masa transisi.

Momentum ini juga dapat mengakselerasi investasi lebih lanjut ke infrastruktur hilir seperti jaringan distribusi dan LNG modular.

Medco dan Agenda Jangka Panjang

Medco menegaskan bahwa strategi akuisisi ini bukan keputusan jangka pendek, melainkan bagian dari roadmap menuju ketahanan energi nasional.

Integrasi aset Corridor ke dalam struktur bisnis Medco akan menambah cadangan terbukti dan kapasitas produksi gas alam perusahaan.

Langkah ini juga memungkinkan efisiensi biaya dan transfer teknologi melalui penerapan standar operasional kelas dunia dari Repsol.

Sektor energi Indonesia berpotensi memperoleh dampak ganda: peningkatan pasokan gas dan munculnya standar baru dalam efisiensi pengelolaan blok.

Jika akuisisi ini berjalan mulus, Medco akan mengukir babak baru sebagai penggerak utama transformasi energi nasional berbasis gas.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version