JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Amman Mineral Indonesia Tbk (AMMN) memulai aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) senilai US$50 juta atau sekitar Rp835 miliar tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Program ini resmi dimulai pada 30 April dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2025.
Dalam dokumen keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), AMMN menyatakan akan membeli kembali sekitar 7 juta saham, setara 0,2% dari total saham beredar.
Manajemen Optimistis terhadap Nilai Saham
Presiden Direktur Amman, Alexander Ramlie, menyebut langkah buyback ini merupakan refleksi keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental perusahaan serta potensi jangka panjangnya.
Menurut Alexander, harga saham saat ini masih undervalued dan belum merepresentasikan nilai sebenarnya dari portofolio bisnis AMMN.
Potensi Tambang Elang Jadi Fokus Pengembangan
Pernyataan tersebut dikuatkan oleh prospek pengembangan tambang Elang yang menjadi salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia. Berdasarkan laporan JORC 2024, cadangan bijih di Elang naik signifikan sekitar 80%, menjadi 2,5 miliar ton.
Tambang ini menyimpan 17,8 miliar pon tembaga dan 26,4 juta ons emas. Pengembangan Elang disebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan AMMN ke depan.
Alexander menegaskan bahwa alokasi modal perusahaan akan tetap dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab dalam mengimplementasikan strategi bisnis jangka panjang, termasuk optimalisasi aset utama.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











