JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Astra Graphia Tbk (ASGR), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), mencatat kinerja keuangan yang menarik pada tahun 2024 meskipun pendapatan bersih mengalami penurunan.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sebesar 45% YoY, mencapai Rp204,6 miliar dibandingkan Rp141 miliar pada 2023. Di sisi lain, pendapatan bersih ASGR turun 5,4% YoY, dari Rp2,96 triliun menjadi Rp2,81 triliun.
Kinerja Keuangan 2024
Peningkatan Laba Bersih dan EBITDA
Laba bersih ASGR mengalami lonjakan signifikan, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola beban dan meningkatkan margin keuntungan. Peningkatan laba sebesar 45% didukung oleh efisiensi biaya operasional.
Meskipun pendapatan turun, EBITDA berhasil naik 4% menjadi US$129 juta, menunjukkan bahwa penekanan pada pengendalian biaya telah memberikan hasil positif.
Efisiensi biaya operasional juga tercermin dari penurunan beban pokok sebesar 7,4% menjadi Rp2,1 triliun, dibandingkan Rp2,3 triliun pada tahun sebelumnya.
Hal ini menghasilkan kenaikan laba bruto sebesar 1,24% menjadi Rp649 miliar dari Rp641 miliar. Peningkatan laba bruto dan EBITDA merupakan indikator bahwa strategi pengelolaan biaya yang diterapkan oleh manajemen telah berjalan efektif.
Penurunan Pendapatan dan Faktor-faktor Penyebab
Pendapatan bersih ASGR turun 5,4% YoY, yang utamanya disebabkan oleh penurunan harga amoniak sebesar 15%. Harga rata-rata amoniak tercatat turun menjadi US$350 per MT, mempengaruhi pendapatan terbesar perusahaan yang berasal dari penjualan amonia.
Penurunan pendapatan dari sektor ini mencapai US$256,32 juta, turun 14,46% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan dari penjualan LPG mencapai US$41,5 juta, turun tipis dibandingkan US$41,48 juta, dan pendapatan dari jasa pengolahan menyumbang US$3,6 juta, turun 5,26% dari US$3,8 juta. Penurunan pendapatan ini menggambarkan adanya tekanan harga pada komoditas utama yang dikendalikan oleh ASGR, meskipun perusahaan berhasil mengatasi tekanan tersebut melalui efisiensi biaya.
Strategi Operasional dan Inovasi
Penguatan Digitalisasi dan Optimalisasi Proses
Presiden Direktur ASGR, Hendrix Pramana, menyatakan bahwa implementasi operational excellence, pengelolaan arus kas yang efektif, dan digitalisasi proses bisnis menjadi faktor utama peningkatan kinerja keuangan perusahaan.
Strategi digitalisasi telah mengoptimalkan pengelolaan data dan proses internal, sehingga memungkinkan ASGR untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan operasional.
Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan risiko. Hal ini sangat penting di tengah fluktuasi harga komoditas yang terus berubah, sehingga perusahaan dapat dengan cepat menyesuaikan strategi operasionalnya.
Inovasi dalam Pengelolaan Produksi dan Aset
ASGR telah melakukan inovasi dalam proses produksi melalui perbaikan sistem dan pemeliharaan pabrik yang konsisten.
Pabrik amonia mencatatkan 8,4 juta jam kerja tanpa Loss Time Injury (LTI), sedangkan pabrik LPG mencapai 6,1 juta jam kerja tanpa LTI, atau lebih dari lima setengah tahun operasi berkelanjutan tanpa adanya insiden fatal.
Peningkatan kinerja operasional ini merupakan bukti dari komitmen perusahaan untuk menjaga standar keselamatan dan efisiensi produksi.
Selain itu, harga amoniak yang sebagian besar tetap stabil sepanjang tahun 2024, dengan peningkatan bertahap pada dua kuartal terakhir, menunjukkan bahwa pasar mendukung stabilitas harga meskipun terjadi penurunan pendapatan. Kebijakan pemangkasan produksi minyak oleh OPEC+ juga turut mendukung kestabilan harga LPG.
Kinerja Aset dan Struktur Keuangan
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








