JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar modal Indonesia kembali kedatangan dua emiten baru pada bulan Maret 2025. Dua perusahaan tersebut adalah PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), yang akan menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) dengan target dana yang cukup besar. Langkah ini menjadi strategi kedua perusahaan dalam memperkuat modal dan ekspansi bisnis di sektor masing-masing.
Profil PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI)
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor konsumer siklikal, khususnya dalam bidang perawatan, perbaikan, serta perdagangan suku cadang dan aksesori kaki-kaki kendaraan. Perusahaan ini telah berpengalaman dalam menyediakan layanan otomotif berkualitas, dengan jaringan yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam proses IPO ini, KAQI menawarkan sebanyak 450 juta saham kepada publik dengan kisaran harga penawaran Rp100 hingga Rp120 per saham. Dengan demikian, perusahaan menargetkan dana segar sebesar Rp54 miliar dari aksi korporasi ini.
Strategi Penggunaan Dana IPO KAQI
Manajemen KAQI telah merancang strategi penggunaan dana hasil IPO untuk mendukung ekspansi bisnis dan peningkatan layanan. Sebanyak 76,56% dari dana IPO akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), termasuk pembelian lahan strategis dan pembukaan cabang bengkel baru di beberapa kota besar di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan jangkauan layanan dan memperkuat daya saing di industri otomotif.
Sisa dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, termasuk pengembangan sistem manajemen yang lebih modern dan peningkatan teknologi layanan purna jual. Selain itu, sebagian dana juga akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anak usaha yang berpotensi memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan bisnis induk perusahaan.
Profil PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) merupakan perusahaan yang beroperasi di sektor energi, khususnya dalam aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Dengan pengalaman yang solid di industri ini, MINE telah menjalin berbagai kemitraan strategis dengan perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.
Melalui IPO ini, MINE menawarkan maksimal 612,66 juta saham kepada publik dengan rentang harga penawaran awal Rp200 hingga Rp216 per saham. Dengan harga tersebut, perusahaan menargetkan perolehan dana sebesar Rp132,33 miliar yang akan digunakan untuk memperkuat kapasitas operasional dan ekspansi bisnisnya.
Strategi Penggunaan Dana IPO MINE
Manajemen MINE telah menyusun strategi penggunaan dana IPO dengan alokasi yang terarah. Sekitar 48% dari total dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), terutama untuk pembelian alat berat baru guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Penggunaan alat berat dengan teknologi terbaru diharapkan dapat mempercepat proses kerja dan meningkatkan kapasitas produksi.
Sekitar 11% dari dana IPO akan digunakan untuk pembelian aset tetap, seperti tanah dan bangunan yang mendukung operasional perusahaan. Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk pembelian bahan baku dan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.
Kebijakan Dividen Pasca-IPO
Menariknya, kedua perusahaan telah menetapkan kebijakan dividen yang menguntungkan bagi para investor. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 20% dari laba bersih tahun berjalan, dimulai dari tahun buku 2024. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan keuntungan kepada para pemegang saham sejak awal pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) merancang kebijakan dividen dengan alokasi maksimal 30% dari saldo laba positif setelah cadangan wajib, yang akan dimulai pada tahun buku 2025. Dengan kebijakan ini, MINE ingin memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan tetap berjalan seiring dengan pemberian keuntungan bagi para investornya.
Jadwal IPO KAQI dan MINE
Berikut adalah jadwal resmi pelaksanaan IPO dari kedua perusahaan:
- PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI)
- Masa Penawaran Awal: 24-28 Februari 2025
- Perkiraan Tanggal Efektif: 28 Februari 2025
- Masa Penawaran Umum: 4-6 Maret 2025
- Pencatatan Saham di BEI: 10 Maret 2025
- PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)
- Masa Penawaran Awal: 25-27 Februari 2025
- Perkiraan Tanggal Efektif: 28 Februari 2025
- Masa Penawaran Umum: 4-6 Maret 2025
- Pencatatan Saham di BEI: 10 Maret 2025
Prospek Investasi IPO KAQI dan MINE
Baik KAQI maupun MINE menawarkan prospek investasi yang menarik bagi para investor. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan kendaraan, berpeluang memanfaatkan pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Dengan rencana ekspansi jaringan bengkel di berbagai kota, perusahaan ini berpotensi meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memiliki keunggulan di sektor pertambangan nikel, yang saat ini mengalami peningkatan permintaan global, terutama untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik. Investasi yang dilakukan dalam pengadaan alat berat baru dan aset tetap diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta efisiensi operasional perusahaan.
Dengan strategi bisnis yang solid dan alokasi dana IPO yang terencana, baik KAQI maupun MINE berpotensi menjadi pilihan investasi yang menjanjikan di pasar modal Indonesia. Investor disarankan untuk mempertimbangkan aspek fundamental serta prospek pertumbuhan masing-masing perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






