Strategi Cuan: Bedah Rekomendasi Saham Blue Chip BBRI BBCA TLKM ASII
JAKARTA – Pasar saham Indonesia menutup perdagangan sesi kedua dengan pelemahan tipis sebesar 0,53% ke level 8.103.
Meskipun demikian, analis melihat peluang besar pada sejumlah emiten unggulan yang masuk dalam Rekomendasi Saham Blue Chip BBRI BBCA TLKM ASII.
Analis Kiswoyo Adi Joe menekankan bahwa fundamental yang kuat menjadi alasan utama koleksi saham-saham ini. Selain itu, rencana masuknya lembaga besar seperti Danantara dan BPJS Ketenagakerjaan akan menjadi penahan tekanan jual asing di pasar reguler.
Selanjutnya, keberanian investor untuk masuk secara bertahap pada level saat ini sangat krusial. Oleh karena itu, pemahaman terhadap area support dan resistance menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi keuntungan. Berikut adalah analisis detail bagi para pelaku pasar:
Telkom Indonesia (TLKM): Target Kembali ke Level 4.000
Manajemen TLKM saat ini sedang menanti langkah strategis dari Danantara dan BPJS Tenaga Kerja untuk melakukan aksi beli. Kiswoyo merekomendasikan beli pada harga di bawah 3.300 dengan target menengah di level 4.000.
- Area Beli: Investor dapat mengakumulasi TLKM pada rentang 3.250 hingga 3.300.
- Potensi Dividen: Dividen yang stabil tetap menjadi daya tarik utama bagi pemegang saham jangka panjang.
- Stabilitas: Sebagai penggerak IHSG, TLKM memiliki fundamental yang sangat sehat dan menguntungkan.
Sektor Perbankan: BBCA dan BBRI Jadi Primadona
Emiten perbankan big cap tetap menunjukkan taji meskipun IHSG bergerak fluktuatif. BBCA dan BBRI mendapatkan Rekomendasi Saham Blue Chip BBRI BBCA TLKM ASII karena laporan keuangan yang solid.
- BBCA: Analis menyarankan beli di bawah level 8.000 dengan target harga wajar menembus 10.000.
- BBRI: Saham ini aman untuk dikoleksi pada level sekarang (3.850) dengan target ambisius di kisaran 4.500 hingga 5.000.
- Aksi Asing: Investor asing mulai menunjukkan aksi buyback setelah sebelumnya melakukan penjualan besar.
- Likuiditas: Dukungan Danantara akan memperkuat posisi BBRI sebagai emiten BUMN yang prospektif.
Astra International (ASII): Pemulihan Menuju Harga Wajar
ASII mengalami penguatan signifikan di atas 4% meskipun sempat tertekan isu MSCI dan kasus tambang emas. Saat ini, perseroan sedang mencoba kembali ke rentang harga 7.400 hingga 8.000.
- Level Support: Area 6.500 menjadi batas aman bagi investor yang baru ingin masuk.
- Sentimen Positif: Pemulihan operasional dan diversifikasi bisnis mendukung kenaikan harga saham ke depan.
- Oleh karena itu, ASII tetap menjadi pilihan defensif yang menarik di sektor industri dan otomotif.
Peran Danantara dan BPJS Ketenagakerjaan
Selanjutnya, kehadiran Danantara diproyeksikan akan meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia secara signifikan. BPJS Ketenagakerjaan sendiri membidik alokasi investasi saham hingga 25% dalam tiga tahun ke depan.
Akibatnya, saham BUMN yang berfundamental apik akan menjadi target utama pembelian institusi domestik tersebut.
Jadi, integrasi modal besar ini akan menciptakan stabilitas harga bagi Rekomendasi Saham Blue Chip BBRI BBCA TLKM ASII dalam jangka panjang.
Akhirnya, optimisme terhadap ekonomi nasional tetap terjaga berkat koordinasi apik antara regulator dan investor institusi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












