Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

Analisis Harga Minyak Brent: OPEC+ Naikkan Pasokan 206 Ribu Barel

72
×

Analisis Harga Minyak Brent: OPEC+ Naikkan Pasokan 206 Ribu Barel

Sebarkan artikel ini
Analisis Harga Minyak Brent OPEC+ Naikkan Pasokan 206 Ribu Barel
Analisis harga minyak Brent melonjak ke USD80 menyusul eskalasi di Iran. OPEC+ tambah produksi 206 ribu barel per hari. Simak proyeksi pasar selengkapnya di sini!

Respons OPEC+ Terhadap Krisis Navigasi Selat Hormuz

JAKARTA, BursaNusantara.com – Aliansi produsen minyak OPEC+ secara resmi menyetujui kenaikan produksi minyak sebesar 206 ribu barel per hari pada pertemuan yang berlangsung Minggu (1/3/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

Ketegangan di Timur Tengah tersebut telah memicu hambatan arus minyak dari anggota utama produsen di kawasan tersebut.

Berdasarkan analisis harga minyak Brent, keputusan ini menjadi krusial mengingat pasar sedang menghadapi risiko defisit pasokan yang cukup masif dalam waktu singkat.

Pengiriman energi melalui Selat Hormuz dilaporkan terhenti total sejak Sabtu lalu setelah otoritas Iran mengeluarkan peringatan penutupan navigasi.

Jalur pelayaran paling vital di dunia ini mengelola lebih dari 20 persen pengiriman minyak global setiap harinya.

Ratusan kapal tanker terpantau menjatuhkan jangkar dan tidak bergerak di sekitar kawasan teluk hingga Minggu sore.

Situasi ini memaksa Riyadh meningkatkan produksi dan ekspor minyak dalam beberapa pekan terakhir sebagai langkah antisipasi terhadap serangan yang menargetkan fasilitas di Iran.

OPEC+ menyatakan bahwa penambahan kuota sebesar 206 ribu barel per hari ini akan mulai diberlakukan pada April mendatang.

Angka tersebut dipilih setelah mempertimbangkan beberapa opsi kenaikan yang berkisar antara 137 ribu hingga 548 ribu barel per hari menurut keterangan lima sumber internal.

Analisis Harga Minyak Brent dan Potensi Menuju USD100

Pasar minyak acuan Brent mencatatkan lonjakan tajam pada Jumat lalu ke level USD73 per barel, yang merupakan posisi tertinggi sejak Juli tahun lalu.

Namun, pada transaksi over-the-counter hari Minggu, harga diperdagangkan melambung 8 hingga 10 persen di kisaran USD80 per barel.

Analis senior OPEC dari RBC, Helima Croft, memberikan peringatan bahwa konflik yang meluas dengan Iran dapat mendorong harga melampaui angka USD100 per barel.

Prediksi serupa juga dikemukakan oleh analis dari Barclays yang menyoroti risiko hilangnya kapasitas produksi riil di luar Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Kelompok produsen ini tercatat memiliki kapasitas cadangan yang sangat terbatas untuk menambah pasokan secara instan dalam skala besar.

Kondisi tersebut diperparah oleh kendala logistik ekspor yang menghantui pelayaran di wilayah Teluk hingga situasi navigasi kembali dinyatakan normal oleh otoritas terkait.

Kendala Kapasitas Cadangan dan Dinamika Delapan Anggota

Pertemuan darurat pada hari Minggu tersebut secara spesifik melibatkan delapan anggota inti OPEC+ termasuk Rusia, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak.

Meskipun tergabung dalam aliansi yang lebih besar, keputusan krusial terkait produksi dalam beberapa tahun terakhir sering kali didominasi oleh kelompok delapan negara ini.

Kedelapan anggota tersebut sebelumnya telah menaikkan kuota produksi sebesar 2,9 juta barel per hari pada periode April hingga Desember 2025.

Langkah tersebut sempat dihentikan sementara pada awal tahun 2026 guna mengantisipasi pelemahan permintaan musiman yang kini justru berbalik menjadi krisis pasokan.

Dampak dari kenaikan produksi sebesar 206 ribu barel ini dinilai terbatas karena kapasitas produksi riil yang sulit dioptimalkan dalam waktu dekat.

Para pemimpin di Timur Tengah dilaporkan telah memperingatkan Washington bahwa eskalasi bersenjata ini akan menjadi beban berat bagi stabilitas harga energi global ke depannya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan