Gelombang Aksi Jual Paksa Indeks Terperosok di Akhir Pekan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan pekan kedua Maret ini setelah indeks komposit terseret jatuh ke zona merah pekat.
Pelemahan tajam ini terjadi secara menyeluruh pada mayoritas instrumen saham, mencerminkan adanya aksi lepas aset masif oleh para pelaku pasar di seluruh sektor.
Berdasarkan laporan harian Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 224 poin atau 3,05 persen ke level 7.137,21 pada Jumat (13/3/2026).
Baca Juga
Laju indeks terpantau terus tertekan sejak dibuka koreksi di level 7.338 dan sempat menyentuh titik terendah harian pada posisi 7.132.
Data perdagangan mencatat sebanyak 656 saham melemah, sementara hanya 113 saham yang menguat dan 189 saham lainnya stagnan.
Total transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai Rp13,98 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 27,08 miliar lembar.
Seluruh Indeks Utama Memerah di Tengah Tekanan Sektoral
Koreksi signifikan tidak hanya melanda indeks komposit, tetapi juga merembet ke seluruh indeks acuan utama di bursa domestik.
Indeks LQ45 tercatat turun 3,04 persen ke level 728, diikuti Jakarta Islamic Index (JII) yang merosot tajam 3,93 persen ke posisi 472.
Pelemahan serupa juga dialami oleh indeks IDX30 yang terkoreksi 2,16 persen ke 391 serta indeks MNC36 yang turun 2,32 persen ke level 304.
Secara sektoral, hampir seluruh lapangan usaha kompak berakhir melemah, termasuk sektor energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, hingga industri.
Namun, beberapa sektor terpantau mampu bergerak melawan arus dengan mencatatkan penguatan tipis di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Sektor yang berhasil menguat tersebut mencakup konsumer non-siklikal, keuangan, properti, teknologi, serta sektor kesehatan.
Daftar Top Gainers dan Losers: PSDN Melesat Saat FORU Anjlok
Di tengah kejatuhan indeks secara keseluruhan, sejumlah saham tetap berhasil mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan bagi para pemegangnya.
Menurut rincian data bursa, saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) memimpin top gainers dengan lonjakan 34,95 persen ke level Rp139.
Kenaikan ini disusul oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang naik 24,86 persen ke Rp2.260 dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang melesat 24,82 persen ke Rp176.
Sebaliknya, barisan top losers dipimpin oleh PT Insight Investment Management Tbk (XILV) yang anjlok 14,93 persen ke posisi Rp114.
Selanjutnya, saham PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ) tercatat turun 14,86 persen ke level Rp590 per lembar saham.
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) juga harus puas berakhir di zona merah dengan pelemahan sebesar 14,75 persen pada level Rp1.185.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








