Geser Kebawah
Headline

Analisis IHSG: Indeks Parkir di 8.396, Modal Asing Masuk Masif

42
×

Analisis IHSG: Indeks Parkir di 8.396, Modal Asing Masuk Masif

Sebarkan artikel ini
Analisis IHSG Indeks Parkir di 8.396, Modal Asing Masuk Masif
Analisis IHSG hari ini mencatat penguatan 1,50% ke level 8.396,08 dipicu Net Buy asing Rp1,14 triliun. Cek pendorong sektor perbankan dan infrastruktur di sini.

Dominasi Sektor Perbankan dan Infrastruktur Dorong Optimisme Pasar

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang dengan bertengger di level 8.396,08 pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026).

Berdasarkan laporan dari IDX Channel, indeks komposit menguat signifikan sebesar 1,50 persen atau bertambah 124,31 poin sepanjang hari ini.

Laju indeks dibuka melonjak ke posisi 8.361,13 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.397,07. Aktivitas transaksi di pasar modal Indonesia terpantau sangat dinamis dengan nilai akumulasi mencapai Rp23,94 triliun dari perdagangan 49,60 miliar saham.

Kapitalisasi pasar bursa kini telah menembus angka Rp15.175,492 triliun, mencerminkan kepercayaan investor yang semakin tebal terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Sebanyak 468 saham ditutup menguat, sementara 206 saham mengalami koreksi dan 142 saham lainnya stagnan.

Akumulasi Beli Bersih Asing dan Performa Saham Unggulan

Menurut riset perdagangan bursa, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (Net Buy) jumbo senilai Rp1,14 triliun di seluruh pasar. Aliran modal masuk ini terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps) dari sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan MEGA yang menjadi motor penggerak utama.BIPI

Di barisan saham pilihan, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) memimpin kenaikan dengan melejit 24,56 persen ke harga Rp1.065 per unit. Sektor infrastruktur juga menunjukkan taringnya melalui PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang menguat 18,42 persen ke posisi Rp270 per unit.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan diri sebagai pemimpin nilai transaksi tertinggi harian, disusul oleh penguatan signifikan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pada sesi kedua. Pergerakan positif ini didukung oleh fakta bahwa seluruh 11 sektor di bursa berhasil mendarat di zona hijau secara serentak.

Stimulus Kebijakan Domestik dan Kondisi Likuiditas Pasar

Sentimen positif Analisis IHSG hari ini tidak terlepas dari implementasi kebijakan Free Float 15 persen yang mulai berdampak pada volatilitas saham grup konglomerat.

Langkah regulasi ini diiringi dengan data pertumbuhan uang beredar (M2) per Januari yang mencapai Rp10.117,8 triliun atau tumbuh 10 persen secara tahunan.

Likuiditas pasar yang terjaga baik ini memberikan ruang bagi Rupiah untuk menguat 0,51 persen ke level Rp16.802 per USD pada penutupan hari ini.

Kondisi makroekonomi dalam negeri tersebut bersinergi dengan respons positif pasar global dan penguatan mayoritas bursa Asia, termasuk indeks Kospi yang naik 1,26 persen.

Pertemuan antara perbaikan fundamental ekonomi domestik dan gairah pasar regional menciptakan landasan kuat bagi IHSG untuk menjaga tren bullish. Investor kini mengantisipasi konsistensi arus modal asing sebagai indikator ketahanan pasar dalam menghadapi fluktuasi harian di masa mendatang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan