Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

Analisis Saham ITMG: Laba Bersih 2025 Susut 48,96 Persen

91
×

Analisis Saham ITMG: Laba Bersih 2025 Susut 48,96 Persen

Sebarkan artikel ini

Tekanan Harga Komoditas Global Gerus Kinerja Emiten Tambang

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan performa keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan kinerja terbaru, laba bersih emiten pertambangan ini merosot tajam sebesar 48,96 persen menjadi US$190,94 juta dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai US$374,12 juta.

Koreksi laba bersih tersebut berjalan selaras dengan menyusutnya pendapatan bersih perseroan sebesar 18,35 persen secara tahunan (year-on-year). Pendapatan ITMG tercatat berada di level US$1,88 miliar, turun dari angka US$2,3 miliar pada periode 2024 akibat pelemahan harga batu bara global.

Data bursa menunjukkan bahwa mayoritas pendapatan masih didominasi oleh penjualan batu bara ke pihak ketiga yang memberikan kontribusi sebesar US$1,84 miliar. Selain itu, perseroan membukukan penjualan ke pihak berelasi senilai US$18,19 juta serta keuntungan dari transaksi swap batu bara mencapai US$10,56 juta.

Struktur Beban dan Ketahanan Neraca Keuangan

Meskipun pendapatan mengalami tekanan, ITMG berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi US$1,39 miliar dari sebelumnya US$1,6 miliar pada tahun 2024. Penurunan beban ini belum mampu menahan laju penurunan laba sebelum pajak yang susut 41,95 persen menjadi US$287,21 juta.

Kondisi neraca perseroan per 31 Desember 2025 terpantau relatif stabil dengan total aset mencapai US$2,41 miliar. Perseroan juga menjaga likuiditas yang solid dengan posisi kas dan setara kas yang mencapai angka US$807,95 juta di akhir tahun.

Di sisi lain, ekuitas perseroan mengalami sedikit kontraksi sebesar 1,04 persen menjadi US$1,91 miliar. Sebaliknya, liabilitas ITMG tercatat membengkak 5,3 persen secara tahunan hingga menyentuh angka US$497,73 juta pada penutupan periode tersebut.

Valuasi Pasar dan Prospek Industri Batu Bara

Pada perdagangan 26 Februari 2026, pergerakan saham ITMG terpantau fluktuatif di rentang level 22.325 hingga 22.675 per lembar saham. Mengacu pada indikator fundamental, analisis saham ITMG menunjukkan rasio Price to Earnings (PER) berada di level 6,23 kali dengan Price to Book Value (PBV) sebesar 0,80 kali.

Rasio PBV yang berada di bawah satu kali ini memberikan indikasi valuasi yang cukup menarik di tengah tekanan harga batu bara dunia. Saat ini, harga batu bara global masih tertekan di posisi US$117,25 per ton dengan koreksi harian sebesar 0,64 persen per Rabu kemarin.

Sentimen positif dari pemulihan permintaan di China serta kenaikan impor Jepang sebesar 2 persen belum mampu memberikan dorongan kuat bagi harga komoditas. Kendati demikian, efisiensi operasional dan posisi kas yang kuat tetap menjadi tumpuan utama perseroan dalam menghadapi volatilitas pasar energi ke depan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan