BisnisInfrastruktur

Ancara Logistics (ALII) Targetkan Laba & Volume Jasa Naik Dua Kali Lipat

123
Ancara Logistics (ALII) Targetkan Laba & Volume Jasa Naik Dua Kali Lipat
ALII targetkan lonjakan laba dan volume jasa pada 2025 lewat ekspansi armada, restrukturisasi, dan diversifikasi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), emiten logistik laut Grup Bakrie, menyiapkan strategi agresif untuk mendongkrak profitabilitas dan volume jasa hingga dua kali lipat pada tahun 2025.

Target tersebut didukung oleh perbaikan fundamental keuangan, penambahan armada, dan ekspansi ke komoditas baru.

Laba Naik Tajam Meski Pendapatan Melemah

Pada tahun buku 2024, ALII membukukan pendapatan sebesar Rp 920,55 miliar, turun tipis 1,12% dari Rp 931 miliar pada 2023.

Meskipun pendapatan menyusut, laba bersih ALII justru melonjak 54,88% menjadi Rp 289,26 miliar, dari sebelumnya Rp 186,76 miliar.

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis, Investor Waspadai Tekanan Pekan Depan

Direktur ALII, Vishal Manharlal Parekh, mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi momentum pertumbuhan agresif.

“Kami melihat proyeksi untuk tahun 2025 akan jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya,” ujar Vishal dalam paparan publik, Jumat (9/5).

Proyeksi tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Vishal, perusahaan melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas kapasitas layanan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Hal ini diperkuat dengan tren positif pada industri logistik laut, khususnya untuk pengangkutan komoditas tambang di Indonesia.

Baca Juga: Antam Cetak Rekor Emas: Harga Tembus Rp1,7 Juta per Gram

Kinerja Didorong oleh IPO dan Restrukturisasi Finansial

Kinerja positif ALII tidak lepas dari aksi restrukturisasi pasca pencatatan perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2024. Dari IPO tersebut, ALII menghimpun dana segar Rp 860,92 miliar.

Sekitar 75% dana hasil IPO dialirkan sebagai pinjaman ke anak usaha, PT Mahakam Coal Terminal (MCT), guna melunasi utang luar negeri. ALII juga melakukan loan refinancing dengan bunga lebih rendah, yang berdampak positif pada efisiensi beban keuangan.

Direktur Utama ALII, Faisal Mohamad Nur, menyatakan transformasi struktur keuangan membawa dampak langsung pada kenaikan laba. “Kami berhasil melakukan manajemen biaya yang efektif, dan kini kami memiliki rasio keuangan yang jauh lebih sehat,” katanya.

Baca Juga: Saham TPIA Melejit 4% Berkat Sentimen Pendanaan & IPO Anak Usaha

Faisal menambahkan bahwa proses restrukturisasi ini bukan hanya soal pembayaran utang, tetapi juga mencakup transformasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan pengelolaan aset. Hal tersebut membuat ALII lebih fleksibel dalam mengambil peluang bisnis baru, khususnya dalam sektor logistik pertambangan.

Penambahan Armada Jadi Strategi Kunci

Dari sisi operasional, ALII aktif menambah armada sejak tahun lalu. Tambahan sembilan unit tongkang dan sembilan kapal tunda menjadikan total armada ALII menjadi 49 tongkang dan 49 kapal tunda, ditambah dua assist tug dan satu floating transshipment unit.

Selain itu, ALII juga mengelola armada sewa yang mencakup 15 set tongkang (freight charter), 12 set tongkang 300 feet (time charter), dan dua assist tug.

Tahun ini, delapan unit tongkang baru ukuran 180 feet akan memperkuat armada, dan akan disusul dengan penambahan tujuh hingga delapan tongkang lainnya serta 15-20 kapal tunda.

Baca Juga: Laba HUMI Emiten Tommy Soeharto 2024 Tembus USD11,51 Juta

Faisal mengungkapkan bahwa penambahan armada ini diarahkan untuk mendukung proyek-proyek baru yang telah dikunci sejak kuartal pertama 2025. Dengan volume permintaan yang meningkat dari pelanggan lama dan baru, langkah ekspansi ini dipandang sebagai keharusan.

Targetkan Volume Bongkar Muat Tembus 4,5 Juta Ton

Dengan ekspansi tersebut, ALII membidik peningkatan volume bongkar muat hingga 4,5 juta ton—naik signifikan dari capaian tahun lalu sebesar 2,87 juta ton.

Faisal menambahkan bahwa proyeksi volume tahun ini juga didukung oleh kondisi cuaca yang lebih stabil serta debit air sungai yang lebih bersahabat. Ia menyebut bahwa efisiensi waktu pelayaran akan meningkat berkat perbaikan infrastruktur pelabuhan dan dukungan dari otoritas terkait.

Menurut Faisal, dalam periode semester I/2025 saja, ALII telah mencatat kenaikan utilisasi armada mencapai 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. “Ini merupakan indikator awal bahwa target volume 4,5 juta ton itu bukan sekadar ambisi, tapi potensi nyata,” tegasnya.

Ancara Logistics (ALII) Targetkan Laba & Volume Jasa Naik Dua Kali Lipat

Diversifikasi Komoditas Jadi Fokus Selanjutnya

Tak hanya ekspansi kuantitatif, ALII juga tengah bersiap melakukan diversifikasi komoditas angkutan. Meski saat ini masih fokus pada batubara, perusahaan telah membuka komunikasi dengan klien potensial untuk komoditas seperti bauksit, nikel, dan mineral cair.

“Kami sudah melakukan pendekatan, tapi belum bisa disclose lebih lanjut,” ungkap Faisal.

Manajemen meyakini bahwa diversifikasi akan menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang dan mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas saja.

Proses negosiasi kontrak dengan klien non-batubara disebut sudah berada dalam tahap lanjutan, dan ALII berharap bisa merealisasikannya pada kuartal III/2025.

Baca Juga: Danantara Berpeluang Jadi Penyedia Likuiditas Saham BEI

Belanja Modal Naik, Dividen Tetap Dibagikan

Untuk menopang ekspansi, ALII menaikkan alokasi belanja modal (capex) sebesar 40%-50% dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 134 miliar. Capex tersebut akan didanai sebagian dari laba bersih, sekitar 45%–50% alokasinya.

Vishal menjelaskan bahwa mayoritas capex akan digunakan untuk pembelian armada baru dan peningkatan fasilitas pemeliharaan kapal. Selain itu, sebagian dana juga akan dialokasikan untuk sistem digitalisasi logistik guna meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, ALII tetap menjaga komitmen terhadap pemegang saham dengan membagikan dividen final tunai sebesar Rp 71,21 miliar atau Rp 4,5 per saham, sesuai keputusan RUPS Tahunan.

Dengan kombinasi strategi ekspansi, efisiensi biaya, dan diversifikasi layanan, ALII tidak hanya menatap tahun 2025 dengan penuh optimisme, tapi juga mengokohkan posisinya sebagai pemain logistik laut yang adaptif dan berorientasi pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga: Daftar Saham yang Diborong Asing Sepekan, IHSG Rebound Tipis

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version