JAKARTA, BursaNusantara.com – Investor sukses Andry Hakim mengungkapkan strategi investasinya yang berfokus pada kepentingan pemilik perusahaan (owner). Menurutnya, memahami strategi owner dalam mengelola saham dapat membantu investor menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual saham, sehingga mampu memaksimalkan keuntungan.
Memahami Peran Owner dalam Kenaikan Saham
Andry Hakim menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa memiliki tujuan dan kepentingan tertentu. Ia menyoroti bahwa pemilik perusahaan dapat memengaruhi pergerakan harga saham melalui strategi bisnis mereka.
“Setiap perusahaan yang IPO atau melakukan aksi korporasi pasti punya tujuan tertentu. Mereka bisa menargetkan penjualan saham ke investor ritel, institusi, atau bahkan pihak asing. Dari sini kita bisa mengukur seberapa jauh harga sahamnya bisa naik,” ujar Andry.
Menurutnya, investor ritel sering kali tidak memperhatikan faktor ini dan hanya melihat potensi teknikal atau fundamental saham. Padahal, mengetahui rencana owner sangat penting untuk memahami target harga saham di masa depan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Saham
Andry mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor utama yang memengaruhi harga saham, di antaranya:
- Tujuan Owner dalam Menjual Saham
Jika pemilik perusahaan menargetkan investor ritel, harga saham cenderung naik terbatas. Sebaliknya, jika targetnya adalah investor institusi atau asing, potensi kenaikannya bisa lebih besar. - Momentum Pasar dan Sentimen Investor
Ketika pasar sedang bullish, perusahaan cenderung memanfaatkan momen ini untuk menaikkan valuasi saham sebelum melakukan aksi jual besar-besaran. - Prospek Jangka Panjang Perusahaan
Selain kepentingan owner, fundamental perusahaan tetap menjadi aspek utama. Saham dengan kinerja keuangan yang baik lebih menarik bagi investor jangka panjang.
Strategi Investasi: Mengikuti Pola Pergerakan Owner
Andry menyebut bahwa intuisi dan pengalaman memiliki peran besar dalam investasi saham. Ia menjelaskan bahwa dirinya dapat membaca pola pergerakan saham dengan menganalisis tindakan owner perusahaan.
“Saya bisa memprediksi kapan owner akan menjual sahamnya, apakah ke ritel atau ke institusi besar. Dari sini, saya bisa menentukan kapan harus membeli dan kapan waktunya menjual,” jelasnya.
Selama pandemi Covid-19, Andry berhasil membuktikan efektivitas strateginya. Ia mampu mengubah kerugian menjadi keuntungan miliaran rupiah dengan membaca pola pasar yang tepat.
Investasi Saham: Jangka Panjang atau Jangka Pendek?
Andry menekankan bahwa investasi saham bukan hanya tentang kesabaran, tetapi juga tentang memahami target perusahaan dan pemiliknya. Menurutnya, banyak investor keliru dengan menahan saham terlalu lama tanpa memahami strategi owner.
“Saham itu seperti perjalanan ke suatu tempat. Jika kita tahu tujuan akhir owner, kita bisa tahu kapan harus turun. Jangan sampai kita menunggu terlalu lama dan akhirnya kehilangan momentum,” ungkapnya.
Menurutnya, memahami gaya kepemimpinan owner juga dapat membantu menentukan apakah saham suatu perusahaan layak untuk investasi jangka panjang atau hanya sebagai spekulasi jangka pendek.
Menjadi Investor yang Cerdas
Di era digital saat ini, Andry menilai bahwa investor memiliki lebih banyak sumber daya untuk mempelajari profil owner dan strategi perusahaan. Google, YouTube, dan media lainnya dapat menjadi referensi yang berguna untuk memahami karakter pemilik perusahaan.
Dengan strategi yang tepat, investor dapat mengambil keputusan berdasarkan analisis yang lebih mendalam, bukan sekadar mengikuti tren pasar. Andry meyakini bahwa dengan pendekatan ini, investor bisa lebih percaya diri dalam berinvestasi dan meningkatkan peluang sukses di pasar modal.











