Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Antam Dominasi Energi Bersih, Logam Mulia Kian Hijau

341
×

Antam Dominasi Energi Bersih, Logam Mulia Kian Hijau

Sebarkan artikel ini
Antam Dominasi Energi Bersih, Logam Mulia Kian Hijau
Antam tingkatkan penggunaan energi bersih hingga 94% di UBPP Logam Mulia melalui pembelian REC dari ICDX, menegaskan posisi sebagai pionir ESG di sektor pertambangan.

Antam Pacu Dominasi Hijau Lewat Logam Mulia

JAKARTA, BursaNusantara.com – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam mendominasi lanskap energi hijau di sektor tambang nasional memasuki fase strategis baru.

Perusahaan pelat merah ini resmi memperluas penggunaan energi terbarukan lewat akuisisi Renewable Energy Certificate (REC) dari ICDX.

Sponsor
Iklan

Langkah tersebut secara dramatis mengubah peta operasional di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia.

Dengan dominasi energi bersih hingga 94%, Antam menjadikan unit pengolahan emasnya sebagai salah satu fasilitas paling ramah lingkungan di industri logam nasional.

Direktur Operasi dan Produksi Antam, Hartono, menyebut inisiatif ini sebagai simbol nyata tanggung jawab industri terhadap target dekarbonisasi nasional.

Menurutnya, pembelian REC bukan hanya aspek teknis, tetapi keputusan strategis membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan.

Reputasi Hijau Jadi Daya Saing Global

Langkah Antam membeli REC bukan hanya tentang efisiensi energi, melainkan repositioning citra dan kapabilitas perusahaan secara global.

Lukman Leong dari Doo Financial Futures menilai kebijakan ini mampu menaikkan brand value perusahaan secara signifikan.

Menurutnya, go green bukan sekadar tren global, tapi telah menjadi metrik utama kepercayaan investor dalam menilai perusahaan tambang.

Ia menegaskan bahwa perusahaan yang proaktif dalam net zero emission memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam mengakses pendanaan global.

Inisiatif ini, kata Lukman, akan menarik investor institusi yang selama ini mengutamakan portofolio berbasis ESG dan keberlanjutan.

Lebih jauh lagi, Lukman menilai brand Antam makin terasosiasi dengan integritas dan keberlanjutan jangka panjang.

ESG Tak Lagi Tambahan, Kini Jadi Strategi Inti

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menyoroti pentingnya pembuktian implementasi ESG secara nyata, bukan sekadar laporan tahunan.

Ia menyebut bahwa langkah Antam ini menegaskan bahwa keberlanjutan sudah tertanam di dalam strategi korporat, bukan sekadar pelengkap.

Sebagai BUMN yang mengelola siklus tambang emas dari hulu ke hilir, Antam dinilai telah menyesuaikan standar operasionalnya dengan regulasi hijau global.

Keputusan memperkuat operasi Logam Mulia dengan REC dianggap Ibrahim sebagai respons tepat terhadap tren pasar logam yang makin menuntut transparansi lingkungan.

Tak hanya meningkatkan citra, inisiatif ini menciptakan nilai tambah strategis bagi produk emas Antam di tengah persaingan pasar global.

Menuju Predikat Green Gold Indonesia

Predikat green gold kian melekat pada produk emas Antam seiring masifnya transformasi energi bersih yang dilakukan perusahaan.

Menurut Ibrahim, langkah ini sangat krusial karena kepercayaan terhadap emas tak lagi hanya dilihat dari kadar atau keaslian, tapi juga proses produksinya.

Dengan mengadopsi energi bersih di atas 90%, Antam mampu mengklaim positioning sebagai produsen emas yang bertanggung jawab secara ekologis.

Citra ini bukan hanya berdampak pada loyalitas pasar domestik, tetapi juga membuka jalan ekspor emas berstandar ESG ke pasar global.

Investor yang mengedepankan keberlanjutan disebut akan lebih percaya pada produk emas Antam, karena prosesnya selaras dengan prinsip ramah lingkungan.

Bukan Simbolik, Ini Agenda Strategis Nasional

Apresiasi dari ICDX terhadap Antam sebagai pionir pembeli REC menandai pentingnya peran perusahaan dalam menggerakkan transisi energi nasional.

Langkah ini diakui bukan hanya menciptakan permintaan terhadap energi terbarukan, tetapi juga memberi sinyal kuat kepada pasar bahwa pertambangan bisa hijau.

Dengan menjadi pionir dalam skema REC, Antam turut mendorong standar baru praktik bisnis di sektor pertambangan strategis nasional.

Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diadopsi Antam dinilai menjadi fondasi untuk masa depan industri logam yang lebih bertanggung jawab.

Strategi ini juga mendekatkan BUMN tambang ini dengan cita-cita pemerintah dalam membangun ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan pencapaian ini, Antam tak hanya menjalankan operasional, tapi juga merancang masa depan industri emas nasional yang hijau, kredibel, dan berkelanjutan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan