BisnisPerdagangan & Industri

Antam Tetap Prospektif Meski LG Mundur dari Proyek EV

99
Antam Tetap Prospektif Meski LG Mundur dari Proyek EV
Antam tetap solid di proyek hilirisasi nikel meski LG mundur, didukung mitra baru dan prospek emas dari Freeport mulai 2025.

Hilirisasi Tetap Jadi Pilar Utama Antam di Tengah Pergantian Mitra

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menunjukkan daya tahan bisnisnya meski LG Energy Solution memutuskan mundur dari proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) dalam skema Indonesia Grand Package senilai US$ 9,8 miliar.

Pemerintah memastikan proyek tersebut tetap berjalan, dengan mitra baru asal Tiongkok, Huayou, menggantikan posisi LG.

Dalam pandangan analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey, potensi hilirisasi nikel untuk Antam masih terbuka lebar. Sebagai pemasok bijih nikel limonit, Antam masih melanjutkan kerja sama dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL), anak perusahaan CATL, salah satu raksasa industri baterai dunia.

Peluang Strategis dan Nilai Tambah Jangka Panjang

Andhika menekankan bahwa hilirisasi nikel tetap menjadi penggerak nilai strategis jangka panjang bagi Antam. “Meskipun LG mundur, proyek ini tetap memberi nilai tambah signifikan terhadap valuasi Antam,” ungkapnya.

Tak hanya dari sektor nikel, prospek emiten BUMN ini juga mendapat dorongan dari segmen emas. Panin Sekuritas bahkan merevisi naik target harga saham ANTM dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.300, didukung proyeksi pasokan 30 ton emas dari Freeport yang akan mulai diterima tanpa beban premium dan PPh impor mulai 2025. Andhika menyebut fasilitas ini sebagai game changer bagi fundamental Antam ke depan.

Perspektif Nasional: Proyek Tetap Berjalan, Hilirisasi Tidak Terbendung

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar, menyayangkan hengkangnya LG namun menilai hal tersebut sebagai dinamika wajar dalam investasi internasional.

“Mundurnya LG tidak menggoyahkan pondasi proyek. Pergantian mitra adalah hal biasa. Yang terpenting, proyek hilirisasi tetap berjalan karena prospeknya besar,” ujarnya.

Bisman juga menyoroti potensi Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dunia. Menurutnya, keberhasilan hilirisasi akan menciptakan nilai tambah tinggi meskipun harga nikel saat ini sedang melemah.

Pemerintah Pastikan Kelanjutan Proyek Strategis

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek Indonesia Grand Package tetap solid secara struktur. Meski terjadi perubahan mitra dalam beberapa joint venture, keberlanjutan proyek tetap dipastikan bersama mitra baru dan dukungan BUMN nasional.

Dengan kemitraan strategis yang berlanjut dan diversifikasi bisnis ke sektor emas, Antam menunjukkan posisinya yang tetap kokoh di tengah arus perubahan global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version