Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

ANTM Andalkan Strategi Inovatif untuk Kinerja Emas dan Nikel

180
×

ANTM Andalkan Strategi Inovatif untuk Kinerja Emas dan Nikel

Sebarkan artikel ini
ANTM Andalkan Strategi Inovatif untuk Kinerja Emas dan Nikel
ANTM mencetak lonjakan penjualan dan laba kuartal I-2025. Strategi pemasaran, efisiensi biaya, dan penguatan hulu jadi andalan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menatap sisa tahun 2025 dengan penuh optimisme setelah mencatat lonjakan kinerja luar biasa pada kuartal I.

Perusahaan tambang pelat merah ini menorehkan pendapatan bersih sebesar Rp 26,15 triliun, tumbuh 203% secara tahunan, dengan laba bersih yang meroket 1.003% yoy menjadi Rp 2,32 triliun.

Sponsor
Iklan

Kinerja Operasional Moncer Dorong Optimisme ANTM

Momentum pertumbuhan turut tercermin dari sisi operasional. Penjualan emas ANTM melejit hampir dua kali lipat menjadi 13,7 ton. Di segmen nikel ore, volume penjualan meningkat drastis 280% yoy menjadi 3,8 juta wet metrik ton (wmt).

Selain itu, ANTM juga membukukan penjualan feronikel sebesar 4,8 kilo ton Ni dan bauksit mencapai 0,5 juta wmt.

Direktur Utama ANTM, Nicolas D. Kanter menyebut pencapaian ini merupakan hasil penerapan strategi pemasaran yang adaptif dan efisien, didukung dengan sistem pengendalian biaya yang ketat serta praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Strategi Jangka Panjang ANTM Dorong Ketahanan Pasokan

Keberhasilan ini tak lepas dari upaya ANTM dalam menjaga ketahanan pasokan. Perusahaan memperkuat lini hulu emas melalui tambang di Pengkor, Jawa Barat, serta menjalin sinergi strategis dengan PT Freeport Indonesia untuk kegiatan pemurnian di fasilitas Gresik, Jawa Timur.

“Sejak Januari kami telah offtake 30 ton emas dari Freeport, meski belum optimal seluruhnya. Tapi ini bagian dari upaya kami untuk mengamankan pasokan,” ujar Nico dalam Earning Calls, Jumat (9/5).

Target Penjualan Emas dan Lonjakan Permintaan Ritel

Melihat tren kenaikan harga dan minat masyarakat terhadap emas, ANTM membidik target penjualan emas sepanjang 2025 setara dengan capaian 2024, yakni 43,8 ton.

Direktur Keuangan Arianto Sabtonugroho menyatakan keyakinannya bahwa permintaan dari segmen ritel akan terus mendukung volume penjualan sepanjang tahun.

“Harapannya tren permintaan emas di konsumen ritel terus meningkat,” ujarnya dalam forum yang sama.

Produksi Nikel dan Bauksit Digenjot Lewat Revisi RKAB

ANTM juga bersiap mengejar produksi yang lebih tinggi di komoditas nikel dan bauksit. Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025, ANTM telah mendapatkan kuota produksi 16,9 juta wmt nikel dan 3,5 juta wmt bauksit.

Namun seiring permintaan yang meningkat dan kapasitas operasional yang berkembang, ANTM kini tengah mengajukan revisi RKAB guna menaikkan kuota menjadi masing-masing 21 juta wmt untuk nikel dan 5 juta wmt untuk bauksit.

Dengan strategi yang solid dari hulu ke hilir dan proyeksi permintaan logam yang terus tumbuh, ANTM tampak tidak sekadar bertahan melainkan siap mendominasi panggung industri pertambangan nasional.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.