BisnisProperti

APLN Bukukan Marketing Sales Rp445 Miliar hingga April 2025

148
APLN Bukukan Marketing Sales Rp445 Miliar hingga April 2025
APLN catat marketing sales Rp445 miliar hingga April 2025, didorong proyek unggulan di Bandung, Jakarta, dan Medan.

Strategi APLN Dorong Penjualan Properti di Tengah Dinamika Pasar

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan marketing sales senilai Rp445 miliar hingga April 2025.

Pencapaian ini mencerminkan ketahanan dan daya saing perusahaan meski pasar properti domestik masih berhadapan dengan tantangan musiman selama bulan Ramadan.

Penjualan tersebut dikontribusikan oleh tiga proyek utama: Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro City Deli Medan. Ketiganya menjadi tulang punggung pemasaran APLN sepanjang awal tahun ini.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas menegaskan, capaian tersebut menunjukkan strategi perusahaan dalam menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen berjalan efektif. “Baik sebagai hunian maupun instrumen investasi, proyek kami berhasil menjangkau pasar yang berkembang pesat seperti Bandung, Medan, dan Karawang,” ungkapnya dalam pernyataan resmi pada Kamis (22/5).

Penurunan BI Rate Bawa Sinyal Positif bagi Industri Properti

Keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada 21 Mei 2025, turut memberi harapan baru bagi sektor properti. Menurut Justini, pelonggaran kebijakan moneter ini dipandang sebagai momentum untuk mendorong daya beli masyarakat.

“Kebijakan ini menjadi dorongan yang signifikan, khususnya untuk transaksi properti residensial dan komersial. Kami akan memanfaatkannya secara maksimal dalam strategi pemasaran kami,” jelasnya.

Data dan proyeksi dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) turut memperkuat optimisme APLN. Investasi di sektor properti diperkirakan tumbuh 15%-18% sepanjang 2025, dengan kontribusi terhadap PDB nasional meningkat menjadi 11,5%.

Permintaan KPR Diprediksi Meningkat, APLN Siapkan Program Khusus

APLN melihat peluang besar dari peningkatan minat terhadap Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Proyeksi pertumbuhan KPR hingga 20% secara tahunan didorong oleh bunga yang lebih rendah, insentif pemerintah, dan kemudahan pembiayaan.

Momentum ini akan dimanfaatkan APLN melalui berbagai program pemasaran dan penawaran harga khusus. “Kami fokus mengoptimalkan setiap perubahan kondisi pasar untuk mendorong pertumbuhan penjualan,” kata Justini.

Perusahaan mengincar pertumbuhan signifikan dalam beberapa kuartal mendatang dengan strategi agresif namun terukur. Fokus penjualan akan tetap pada proyek residensial unggulan yang dikembangkan dengan memperhatikan daya beli masyarakat.

Diversifikasi Pendapatan Lewat Aset Komersial Jadi Pilar Bisnis Jangka Panjang

Tak hanya mengandalkan penjualan properti, APLN juga memperkuat recurring income melalui aset komersial seperti pusat perbelanjaan, hotel, dan properti sewa. Pendekatan ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan properti primer.

“Diversifikasi pendapatan menjadi kunci bagi keberlanjutan bisnis kami. Aset-aset komersial yang dikelola profesional menjadi fondasi pertumbuhan yang tahan terhadap gejolak pasar,” ujarnya.

Dengan strategi menyeluruh yang mencakup segmen hunian, komersial, dan recurring income, APLN menegaskan komitmennya untuk tetap adaptif dan relevan di tengah dinamika pasar properti nasional.

Jika Anda memerlukan versi lain dengan sudut pandang berbeda (misalnya fokus pada dampak BI Rate atau proyeksi APRINDO), saya siap bantu buatkan.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version