Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Arini Subianto Masuk NRCA Saat Komisaris Utama Lepas Saham

119
×

Arini Subianto Masuk NRCA Saat Komisaris Utama Lepas Saham

Sebarkan artikel ini
Arini Subianto Masuk NRCA Saat Komisaris Utama Lepas Saham
Johannes Suriadjaja jual 1,8 juta saham NRCA, sementara Arini Subianto masuk dengan beli 4 juta saham di harga lebih rendah. Kepemilikan NRCA bergeser.

Pergeseran Kepemilikan di NRCA, Arini Subianto Ambil Alih Momentum

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) tengah mengalami dinamika internal yang signifikan setelah dua aksi korporasi besar tercatat dalam waktu hampir bersamaan, melibatkan tokoh besar di balik perseroan.

Komisaris Utama NRCA, Johannes Suriadjaja, tercatat menjual sebanyak 1,8 juta saham pada Senin (21/7), dengan harga rata-rata Rp1.015 per saham atau setara nilai transaksi mendekati Rp1,8 miliar.

Sponsor
Iklan

Aksi lepas saham oleh Johannes menyebabkan porsi kepemilikannya tergerus dari 0,15% menjadi hanya 0,08%, memperlihatkan sinyal pengurangan eksposur terhadap perusahaan konstruksi tersebut.

Arini Subianto Masuk Lewat Persada Capital di Harga Diskon

Sementara itu, dalam aksi yang kontras, Arini Subianto justru masuk sebagai pemegang saham baru NRCA lewat entitas investasinya, PT Persada Capital Investama.

Pada Jumat (25/7), Arini melalui Persada Capital mengakumulasi 4 juta lembar saham NRCA dengan harga rata-rata Rp815 per saham, jauh lebih rendah dibanding harga penjualan oleh komisaris utama.

Dengan total nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp3,3 miliar, Arini langsung menguasai 0,16% saham NRCA, menandai debutnya sebagai investor strategis di perseroan tersebut.

Langkah ini menimbulkan spekulasi di pasar bahwa Persada Capital tengah membaca peluang jangka panjang dari undervaluation harga saham NRCA, terutama saat pemegang saham lama memilih exit.

Sinyal Berbeda dari Dua Arah Kepentingan

Yang membuat pergerakan ini menarik adalah kontras yang sangat tajam dalam pendekatan antara dua figur berpengaruh: satu pihak melepas saham di harga tinggi, sementara pihak lain masuk di harga lebih rendah dalam waktu nyaris bersamaan.

Tidak ada pernyataan resmi dari Johannes mengenai alasan penjualan sahamnya, namun aksi ini sering kali dikaitkan dengan pengelolaan portofolio pribadi atau sinyal perubahan strategi internal.

Di sisi lain, manuver Arini Subianto melalui Persada Capital membawa narasi baru mengenai ketertarikan investor institusional terhadap emiten konstruksi yang tengah berkonsolidasi pasca pandemi.

Langkah akumulasi ini bisa menjadi awal dari penetrasi lebih dalam dari kelompok Subianto ke sektor infrastruktur, terutama jika diikuti langkah-langkah tambahan dalam waktu dekat.

Potensi Reposisi Arah Bisnis NRCA

Masuknya pemegang saham baru seperti Arini Subianto dapat membawa warna dan ekspektasi baru terhadap arah jangka menengah NRCA, yang selama ini lebih banyak bergantung pada proyek-proyek pembangunan swasta.

Jika Persada Capital memutuskan untuk memperluas peran atau menambah kepemilikan, bukan tidak mungkin NRCA akan menjadi bagian dari ekosistem investasi yang lebih besar di bawah kendali grup Subianto.

Pasar kini mencermati perkembangan selanjutnya, apakah akuisisi saham ini hanya langkah awal, atau sinyal pergeseran kepemilikan yang lebih luas dan strategis di tubuh NRCA.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.