Geser Kebawah
PasarSaham

Arus Jual Besar: 5 Saham Top Losers Terpuruk, Dua Sentuh ARB

108
×

Arus Jual Besar: 5 Saham Top Losers Terpuruk, Dua Sentuh ARB

Sebarkan artikel ini
arus jual besar 5 saham top losers terpuruk, dua sentuh arb kompres
Aus jual Besar melanda IHSG pada Kamis (23/1/2025), dengan lima saham masuk daftar top losers, termasuk dua yang menyentuh batas ARB. Baca selengkapnya!

Kondisi IHSG dan Gelombang Jual Hebat

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis (23/1/2025).

Sponsor
Iklan

Indeks tergelincir 24,48 poin atau setara 0,34% ke level 7.232,6. Penurunan ini menjadi perhatian investor karena diwarnai oleh gelombang aksi jual hebat yang melanda sejumlah saham.

Lima saham menjadi sorotan utama karena mengalami penurunan tajam hingga hampir menyentuh batas maksimal harian.

Di antara lima saham tersebut, dua di antaranya tenggelam hingga Auto Rejection Bawah (ARB), mempertegas tekanan pasar pada emiten tertentu.

Saham yang Tenggelam Hingga ARB Dua saham yang mencatatkan penurunan hingga ARB adalah:

  1. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)
    • Harga saham anjlok 19,8% menjadi Rp 7.550.
  2. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
    • Saham ini juga merosot tajam 19,8% hingga ke level Rp 11.075.

Tekanan jual yang luar biasa pada kedua saham ini mengindikasikan sentimen negatif yang kuat dari pelaku pasar, baik karena faktor fundamental maupun teknikal.

Daftar Saham Top Losers Lainnya Selain CBDK dan PANI, tiga saham lain juga masuk dalam daftar top losers dengan penurunan signifikan:

  • PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU): Harga saham jatuh 14,5% ke Rp 790.
  • PT Green Power Group Tbk (LABA): Saham melemah 12,9% ke Rp 296.
  • PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF): Tercatat turun 12,5% menjadi Rp 119.

Penurunan pada saham-saham tersebut menandakan adanya perubahan besar dalam strategi para investor, baik institusi maupun ritel.

Kondisi Pasar Regional

Menariknya, pelemahan IHSG ini terjadi di tengah tren penguatan indeks saham Asia lainnya. Beberapa indeks regional yang mencatatkan kenaikan adalah:

  • Shanghai (China) naik 0,5%.
  • Straits Times (Singapura) menguat 0,6%.
  • Nikkei (Jepang) melonjak 0,7%.

Namun, Hang Seng (Hong Kong) menjadi pengecualian dengan penurunan sebesar 0,4%. Perbedaan ini mencerminkan dinamika pasar global yang beragam, dipengaruhi oleh sentimen lokal maupun internasional.

Saham Top Gainers: Siapa yang Mendobrak Pasar?

Di sisi lain, tidak semua saham tertekan. Saat IHSG melemah, beberapa saham justru mencatatkan cuan besar, bahkan masuk dalam daftar top gainers. Empat di antaranya berhasil menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA):

  1. PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA): Melesat 24,7% ke Rp 3.630.
  2. PT Golden Flower Tbk (POLU): Terkerek 24,5% menjadi Rp 2.030.
  3. PT Link Net Tbk (LINK): Naik 24,5% ke Rp 2.310.
  4. PT Lion Metal Works Tbk (LION): Menguat 24,4% menjadi Rp 530.

Selain itu, saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mencatatkan kenaikan fantastis 26,6% ke Rp 114, menjadikannya top gainer dengan kenaikan tertinggi hari ini.

Analisis dan Perspektif

Koreksi IHSG di tengah penguatan indeks saham Asia menunjukkan bahwa faktor domestik lebih dominan memengaruhi pasar Indonesia.

Sentimen negatif terhadap saham tertentu seperti CBDK dan PANI menjadi katalis utama pelemahan indeks.

Sebaliknya, keberhasilan beberapa saham mencatatkan kenaikan tajam, seperti SONA dan POLU, memberikan sinyal bahwa peluang selalu ada meskipun pasar sedang bergejolak. Investor disarankan untuk mencermati faktor fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan.

Gelombang jual hebat yang melanda lima saham top losers menjadi pengingat bahwa pasar saham penuh dengan dinamika.

Sementara itu, performa saham top gainers menunjukkan adanya peluang cuan di tengah koreksi pasar. Dengan strategi investasi yang tepat, investor dapat memanfaatkan momen ini untuk mengambil langkah yang bijak.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.