HAMILTON, BursaNusantara.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengundurkan diri dari Perjanjian Iklim Paris. Keputusan ini disampaikan secara resmi oleh AS kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada 27 Januari 2025.
Keputusan Resmi AS
Juru bicara PBB Stephane Dujarric menjelaskan, AS telah memberi tahu Sekretaris Jenderal PBB tentang pengunduran dirinya dari Perjanjian Paris. “AS telah memberi tahu Sekretaris Jenderal, dalam kapasitasnya sebagai penyimpan dokumen perjanjian, tentang pengunduran dirinya dari Perjanjian Paris pada 27 Januari tahun ini,” ungkap Dujarric dalam konferensi pers, Rabu (29/1/2025).
Keputusan ini bukan kali pertama AS mengambil langkah mundur dari perjanjian iklim global tersebut. Presiden AS Donald Trump pertama kali menarik AS keluar dari perjanjian pada 2019. Namun, mantan presiden Joe Biden membalikkan keputusan tersebut dengan bergabung kembali pada hari pertama masa jabatannya, 20 Januari 2021.
Proses Pengunduran Diri
Menurut Dujarric, AS awalnya menandatangani Perjanjian Paris pada 22 April 2016. Namun, negara tersebut menarik diri pada 4 November 2020 sebelum kembali bergabung pada 19 Februari 2021.
Berdasarkan Pasal 28 Ayat 2 Perjanjian Paris, pengunduran diri AS akan resmi berlaku pada 27 Januari 2026. “Proses ini membutuhkan waktu satu tahun sejak pemberitahuan resmi diterima,” jelas Dujarric, seperti dikutip dari Anadolu.
Komitmen Global Terhadap Aksi Iklim
Meskipun AS memutuskan untuk mundur, PBB menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Paris. “Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap Perjanjian Paris serta mendukung semua upaya efektif untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius,” tegas Dujarric.
Perjanjian Paris, yang diadopsi pada 2015, bertujuan untuk membatasi pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius dan berupaya menekan kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan tingkat pra-industri.
Analisis: Dampak Keputusan AS
Keputusan AS untuk mundur dari Perjanjian Iklim Paris menimbulkan pertanyaan tentang komitmen global dalam memerangi perubahan iklim. Sebagai salah satu negara penghasil emisi terbesar di dunia, langkah ini dapat memengaruhi upaya kolektif untuk mencapai target iklim global.
Namun, PBB dan negara-negara lain tetap berkomitmen untuk melanjutkan aksi iklim. Dukungan terhadap Perjanjian Paris dan upaya membatasi kenaikan suhu global tetap menjadi prioritas utama dalam agenda internasional.










