Anomali DEWA: Asing "Serbu" 267 Juta Saham, Harga Justru Membatu di Rp 665
JAKARTA – Panggung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama Jumat (23/1/2026) dikejutkan oleh pergerakan kontradiktif pada saham emiten kontraktor pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
Di tengah volatilitas pasar global yang mencekam, DEWA justru menjadi primadona baru bagi pemodal mancanegara.
Akumulasi Masif di Balik Layar
Data perdagangan IDX menunjukkan sebuah anomali menarik: saham DEWA mencatatkan pembelian bersih (net buy) asing yang sangat signifikan, mencapai 267.742.000 saham.
Angka ini berbanding terbalik dengan sesi Kamis (22/1) di mana asing justru melepas 24,2 juta lembar.
Meskipun “diserbu” asing, harga saham DEWA terpantau stagnan di level Rp 665. Fenomena harga yang tak bergerak di tengah volume transaksi raksasa sebesar Rp 674,5 miliar ini mengindikasikan adanya penyerapan pasokan yang masif oleh investor institusi global.
Statistik Perdagangan yang “Gemuk”
Sepanjang sesi pertama hari ini, DEWA bergerak dinamis dengan frekuensi transaksi mencapai 46.400 kali dan total volume mencapai 1,033 miliar saham.
Likuiditas yang tebal ini menunjukkan bahwa DEWA sedang menjadi episentrum perhatian trader maupun investor jangka panjang yang sedang melakukan rebalancing portofolio.
Sentimen Makro: Menanti Rupiah dan Kerjasama Strategis
Pergerakan agresif asing di DEWA terjadi saat pasar secara luas masih bersikap wait and see terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah.
Namun, sentimen positif di sektor pendukung infrastruktur sedang tumbuh, salah satunya dipicu oleh langkah BNI dan Siemens Indonesia yang menyepakati pembiayaan senilai Rp 300 miliar untuk ekosistem kelistrikan nasional.
Strategi untuk Investor
Analis menyarankan investor untuk tetap selektif. Stagnansi DEWA di angka Rp 665 di tengah akumulasi asing sering kali dianggap sebagai support psikologis yang kuat.
Jika DEWA mampu bertahan di atas level ini hingga penutupan, potensi terjadinya breakout di pekan depan menjadi sangat terbuka lebar.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











