Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Asing Borong AMMN, IHSG Melemah Dua Hari Beruntun

349
×

Asing Borong AMMN, IHSG Melemah Dua Hari Beruntun

Sebarkan artikel ini
Asing Borong AMMN, IHSG Melemah Dua Hari Beruntun
Investor asing catat net buy Rp424,5 miliar dengan dominasi AMMN Rp228,9 miliar, meski IHSG terkoreksi 0,4% ke 7.858,8 pada Jumat (22/8/2025).

Asing Agresif di Tengah Pelemahan IHSG

JAKARTA, BursaNusantara.com – Investor asing kembali tampil sebagai pembeli bersih di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (22/8/2025) dengan nilai net buy Rp424,5 miliar, meski IHSG justru terkoreksi.

Aksi beli asing ini memangkas akumulasi net sell sepanjang 2025 menjadi Rp52,4 triliun, mengindikasikan perlahan tekanan jual asing mulai berkurang.

Sponsor
Iklan

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi magnet utama dengan net buy mencapai Rp228,9 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Selain AMMN, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga dikoleksi asing dengan nilai net buy Rp89,6 miliar, memperkuat sentimen sektor perbankan.

Sebaliknya, asing melego besar-besaran saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga net sell Rp86,1 miliar, disusul PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp66,6 miliar.

IHSG Terkoreksi, Transaksi Masih Padat

Meski investor asing mencatatkan pembelian bersih, IHSG justru melanjutkan tren pelemahan dua hari beruntun dengan ditutup turun 31,86 poin atau 0,4% ke 7.858,8.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp16 triliun dan total 361 saham naik, 275 turun, serta 163 stagnan.

Lima sektor melemah dengan barang baku dan konsumsi primer memimpin, masing-masing turun 0,26%, disusul sektor kesehatan 0,24%, infrastruktur 0,16%, dan energi 0,06%.

Di sisi lain, teknologi justru mencetak kenaikan tertinggi sebesar 2,4% diikuti transportasi 1,7%, barang konsumsi non primer 0,8%, perindustrian 0,5%, serta properti 0,1%.

Fluktuasi lintas sektor ini menegaskan rotasi investor semakin cepat, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap sentimen jangka pendek.

Saham ARA Jadi Primadona

Di tengah pelemahan indeks, lima saham berhasil menembus auto reject atas (ARA) sekaligus masuk daftar top gainers.

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melesat 35% menjadi Rp108, sementara PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) melejit 34,7% menjadi Rp248.

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) pun ikut melesat 24,8% ke Rp1.910, memperlihatkan euforia kuat investor terhadap saham baru berbasis teknologi.

Dua saham lain yang masuk jajaran cuan hari ini adalah PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) yang melonjak 24,6% ke Rp374 dan PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) yang terdongkrak 24,2% ke Rp640.

Fenomena ini menegaskan peluang besar bagi investor ritel yang berani mengambil risiko tinggi di tengah fluktuasi pasar.

Saham ARB Jadi Korban

Berbanding terbalik, lima saham anjlok parah hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) dan masuk daftar top losers.

PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) jatuh 14,9% ke Rp1.595 dan PT Buana Finance Tbk (BBLD) terperosok 14,2% ke Rp965.

Selain itu, PT Golden Flower Tbk (POLU) terkoreksi 13,5% ke Rp7.025, disusul PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yang longsor 12,5% ke Rp63.

PT Arthavest Tbk (ARTA) juga ikut melemah dalam dengan penurunan 11,3% ke Rp3.370, memperlihatkan betapa tajamnya risiko koreksi di saham second liner.

Kondisi ini menunjukkan pasar tidak hanya memberikan ruang cuan cepat, tetapi juga risiko besar yang bisa menggerus portofolio dalam sekejap.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan