Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Asing Serok BRMS & ANTM Saat IHSG Terkoreksi Lagi

52
×

Asing Serok BRMS & ANTM Saat IHSG Terkoreksi Lagi

Sebarkan artikel ini
Asing Serok BRMS & ANTM Saat IHSG Terkoreksi Lagi
IHSG turun dua hari beruntun, investor asing tetap beli BRMS, ANTM, dan BBCA. Net sell asing capai Rp 282,58 miliar.

IHSG Melemah Dua Hari Beruntun, Investor Asing Tetap Aksi Borong

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/6/2025), memperpanjang koreksi selama dua hari berturut-turut.

IHSG ditutup turun 0,25% ke level 7.204,37 setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.

Sponsor
Iklan

Pergerakan IHSG dan Statistik Pasar

Level terendah IHSG tercatat di 7.191, sementara level tertinggi menyentuh 7.237.

Total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 29,46 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp 13,57 triliun.

Sebanyak 311 saham ditutup melemah, 272 saham menguat, dan 223 saham lainnya stagnan.

Kondisi ini menandakan sentimen pasar masih diliputi ketidakpastian menjelang akhir pekan.

Asing Net Sell Tapi Masih Aksi Koleksi Saham Pilihan

Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 282,58 miliar di seluruh pasar pada Kamis.

Akumulasi net sell asing selama sepekan telah menyentuh Rp 786,94 miliar.

Meski demikian, data perdagangan menunjukkan bahwa asing tetap aktif memborong saham-saham tertentu.

Hal ini mencerminkan adanya keyakinan investor institusi global terhadap prospek jangka panjang sejumlah emiten.

Saham-Saham Favorit Asing Saat IHSG Terkoreksi

Berikut daftar 10 saham dengan nilai net buy terbesar oleh investor asing pada Kamis:

  1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (IDX:BRMS) – Rp 112,42 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (IDX:ANTM) – Rp 63,58 miliar
  3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX:BBNI) – Rp 53,32 miliar
  4. PT Telkom Indonesia Tbk (IDX:TLKM) – Rp 37,61 miliar
  5. PT Bank Central Asia Tbk (IDX:BBCA) – Rp 35,5 miliar
  6. PT United Tractors Tbk (IDX:UNTR) – Rp 20,02 miliar
  7. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (IDX:AMRT) – Rp 13,04 miliar
  8. PT Chandra Asri Pacific Tbk (IDX:TPIA) – Rp 11,52 miliar
  9. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (IDX:CPIN) – Rp 10,86 miliar
  10. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA) – Rp 9,7 miliar

Asing tampak fokus pada sektor tambang, perbankan, dan infrastruktur.

BRMS mencatat net buy tertinggi, menandakan ketertarikan kuat terhadap prospek tambang mineral di Indonesia.

Potensi Pergerakan IHSG Selanjutnya

Dengan volatilitas yang terus berlanjut dan dominasi net sell, pelaku pasar dihadapkan pada sentimen pasar global dan domestik yang cenderung waspada.

[tradingview_chart symbol=”IDX:COMPOSITE” height=”360″ theme=”light”]

Namun akumulasi beli pada saham-saham unggulan memberi sinyal adanya selektivitas dalam strategi investasi jangka menengah.

Investor lokal pun mulai mencermati saham-saham yang diburu asing sebagai peluang akumulasi di tengah tekanan indeks.

Fokus hari ini akan tertuju pada arah lanjutan IHSG dan aksi investor asing dalam menyikapi pergerakan harga.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan