Geser Kebawah
AgrobisnisBisnis

Astra Agro Lestari (AALI) Catat Kenaikan Laba 8,67% di 2024

137
×

Astra Agro Lestari (AALI) Catat Kenaikan Laba 8,67% di 2024

Sebarkan artikel ini
Astra Agro Lestari AALI Catat Kenaikan Laba 867 Di 2024
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan laba bersih Rp 1,14 triliun pada 2024, naik 8,67% YoY, didorong efisiensi operasional dan peningkatan produktivitas.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menutup tahun 2024 dengan kinerja keuangan yang solid. Emiten perkebunan kelapa sawit ini membukukan laba bersih sebesar Rp 1,14 triliun, meningkat 8,67% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 1,05 triliun.

Pertumbuhan Pendapatan dan Efisiensi Operasional

Sepanjang 2024, AALI mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 21,81 triliun atau naik 5,15% secara tahunan (YoY) dari Rp 20,74 triliun pada 2023. Kenaikan ini terutama didorong oleh kontribusi segmen minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya yang mencapai Rp 20,18 triliun. Sementara itu, segmen inti sawit dan turunannya menyumbang Rp 1,62 triliun, serta segmen lainnya berkontribusi Rp 11,36 miliar.

Sponsor
Iklan

Corporate Secretary Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, menyatakan bahwa peningkatan kinerja finansial perusahaan tidak hanya berasal dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari kebijakan efisiensi yang diterapkan.

“Kami terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional agar profitabilitas tetap terjaga. Hasilnya, net profit margin mengalami kenaikan,” ujar Tingning dalam keterangan resmi, Kamis (27/3).

Sepanjang 2024, operational margin AALI mengalami peningkatan signifikan dari 12,1% pada kuartal I menjadi 24,1% pada kuartal IV. Net profit margin juga meningkat secara bertahap dari 4,8% di awal tahun menjadi 6,3% pada akhir tahun.

Peningkatan Produktivitas di Tengah Stagnasi Produksi Nasional

Di tengah stagnasi produksi kelapa sawit nasional, Astra Agro Lestari berhasil mencatatkan pertumbuhan berkat strategi peningkatan produktivitas kebun. Salah satu faktor utama keberhasilan ini adalah penerapan teknologi dan inovasi dalam peremajaan tanaman.

Perseroan telah mengembangkan bibit unggul hasil penelitian R&D internal bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta berbagai universitas dalam dan luar negeri. Menurut Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), metode kultur jaringan yang diterapkan dalam pengembangan bibit unggul dapat meningkatkan produktivitas tanaman hingga 20-25% dibandingkan metode konvensional.

“Kami telah menanam lebih dari 10.000 bibit unggul hasil kultur jaringan di kebun kami di Kalimantan Tengah, dengan harapan dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan,” ungkap Tingning.

Sebagai bagian dari inovasi tersebut, Astra Agro juga meluncurkan tiga varietas unggul dengan nama AAL Nirmala, AAL Sejahtera, dan AAL Lestari. Varietas ini dikembangkan untuk memberikan produktivitas lebih tinggi dan ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan iklim.

Prospek AALI ke Depan

Astra Agro optimistis bahwa strategi efisiensi dan peningkatan produktivitas akan terus menopang pertumbuhan kinerja di tahun-tahun mendatang. Selain menjaga keberlanjutan produksi CPO, perusahaan juga berencana untuk memperluas pasar ekspor guna mengimbangi fluktuasi harga sawit global.

Dengan kombinasi strategi efisiensi operasional, inovasi R&D, serta peningkatan produktivitas kebun, Astra Agro Lestari diyakini mampu mempertahankan tren pertumbuhan positifnya di masa depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Tinggalkan Balasan