Sinergi Investasi untuk “Saham Cuan”
Di tengah pasar modal yang mengalami fluktuasi, strategi investasi yang tepat menjadi kunci untuk mendapatkan “saham cuan” yang menguntungkan. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) baru-baru ini menyaksikan aksi agresif dari petinggi perusahaan.
Erwin Ciputra, salah satu nama besar di dunia investasi, mengambil langkah strategis dengan menimbun saham CUAN.
Transaksi ini dilakukan pada 14 Februari 2025 secara serentak bersama beberapa petinggi lainnya, yang semuanya merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang dengan tujuan mengamankan posisi kepemilikan di perusahaan asuhan Prajogo Pangestu.
Rincian Transaksi Investasi
Aksi Pembelian Saham oleh Erwin Ciputra
Erwin Ciputra melakukan pembelian sebanyak 83.300 lembar saham dengan harga Rp7.200 per lembar, menghasilkan nilai transaksi sekitar Rp599,76 juta.
Dengan pembelian ini, saham yang berada dalam genggaman Erwin Ciputra di CUAN mencapai 1,62 juta lembar atau sekitar 0,01453% dari total saham.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategi investasi yang sering disebut “saham cuan”, dimana pelaku pasar berupaya memanfaatkan momen koreksi harga untuk mengakumulasi saham dengan nilai potensial yang tinggi.
Transaksi Lainnya dalam Satu Hari
Selain Erwin Ciputra, ada beberapa petinggi lain yang turut ambil bagian dalam transaksi pembelian saham CUAN:
- Michael, Direktur Utama, membeli 208.300 lembar saham dengan harga yang sama, menghasilkan nilai transaksi Rp1,49 miliar.
- Daniel Jr Lopez Laurente membeli 163.200 lembar saham dengan kisaran harga antara Rp7.150 hingga Rp7.200 per lembar, dengan total nilai sekitar Rp1,17 miliar.
- Diana Arsiyanti melakukan pembelian sebanyak 100.000 lembar saham dengan harga antara Rp7.300 hingga Rp7.600, menghasilkan transaksi senilai Rp735,5 juta.
- Kartika Hendrawan turut membeli 145.800 lembar saham pada harga Rp7.200 per lembar, mengeluarkan dana sebesar Rp1,04 miliar, sehingga koleksi sahamnya menjadi 314.600 lembar atau 0,0028%.
Secara total, transaksi pembelian saham oleh petinggi ini mencapai 700.600 lembar saham dengan total dana yang diinvestasikan sebesar sekitar Rp2,24 miliar.
Semua pembelian ini dilakukan untuk kepentingan investasi, dengan harapan bahwa harga saham CUAN akan pulih dan memberikan nilai tambah jangka panjang.
Implikasi Transaksi terhadap Pasar dan Strategi “Saham Cuan”
Dampak terhadap Harga Saham
Meskipun dalam sebulan terakhir saham CUAN mengalami koreksi sebesar 45,36%—turun dari posisi penutupan pada 16 Januari 2025 di kisaran Rp13.725 per saham hingga mencapai Rp7.500 per saham strategi “saham cuan” yang dilakukan oleh Erwin Ciputra dan rekan-rekannya dianggap sebagai langkah cerdas.
Dengan membeli pada saat harga sedang rendah, mereka mengantisipasi potensi rebound di masa depan yang dapat menghasilkan keuntungan signifikan bagi investor jangka panjang.
Strategi Investasi Jangka Panjang
Langkah pengumpulan saham ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang yang lebih besar.
Dengan menimbun saham CUAN, para petinggi berupaya mengukuhkan posisi mereka di perusahaan asuhan Prajogo Pangestu, salah satu konglomerat yang memiliki reputasi baik dalam mengelola aset.
Strategi ini tidak hanya membantu menstabilkan harga saham di pasar, tetapi juga memberikan sinyal positif kepada investor bahwa fundamental perusahaan masih kuat meskipun pasar sedang mengalami tekanan.
Konteks Pasar dan Peluang “Saham Cuan”
Dalam dunia investasi, istilah “saham cuan” sering digunakan untuk menggambarkan saham yang memiliki potensi keuntungan tinggi.
Meskipun persentase kepemilikan masing-masing petinggi tampak kecil, akumulasi kolektif dari transaksi ini menunjukkan keyakinan mendalam bahwa saham CUAN memiliki nilai intrinsik yang tinggi.
Strategi pembelian saham secara bertahap saat pasar mengalami koreksi menjadi kunci untuk mengoptimalkan portofolio investasi, sehingga diharapkan dapat menghasilkan keuntungan berkelanjutan ketika pasar pulih.
Prospek dan Harapan Masa Depan
Para analis pasar menyimpulkan bahwa langkah strategis yang diambil oleh Erwin Ciputra dan timnya merupakan sinyal positif bagi pemulihan harga saham CUAN.
Walaupun kondisi pasar saat ini menunjukkan tekanan akibat aksi jual investor asing, strategi investasi yang dilakukan saat harga sedang terendah diharapkan akan membuahkan hasil saat pasar kembali stabil.
Lebih jauh, langkah ini juga merupakan bagian dari strategi restrukturisasi portofolio yang lebih luas di perusahaan asuhan Prajogo Pangestu.
Dengan meningkatkan kepemilikan saham melalui transaksi “saham cuan”, diharapkan nilai perusahaan akan meningkat seiring dengan perbaikan fundamental dan optimasi manajemen risiko.
Langkah-langkah ini memberikan dorongan bagi para investor untuk lebih percaya pada potensi pemulihan pasar, sekaligus memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan di masa depan.
Transaksi pembelian saham yang agresif oleh Erwin Ciputra dan beberapa petinggi lain di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk menandakan bahwa strategi “saham cuan” tetap menjadi andalan dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Dengan mengakumulasi total 700.600 lembar saham dengan nilai investasi sekitar Rp2,24 miliar, para investor utama berupaya mengamankan posisi mereka di perusahaan asuhan Prajogo Pangestu. Meskipun saham telah mengalami koreksi drastis sebesar 45,36%, strategi investasi ini menunjukkan keyakinan bahwa pasar akan pulih dan nilai fundamental perusahaan akan kembali menguat.
Langkah ini tidak hanya memperkuat portofolio investasi para petinggi, tetapi juga memberikan sinyal optimis bagi investor jangka panjang untuk melihat peluang di tengah dinamika pasar yang sedang berlangsung.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







