Reksa Dana Pendapatan Tetap Topang Pertumbuhan Aset Kelolaan
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan dengan total AUM KIM Indonesia menyentuh angka Rp10,7 triliun hingga akhir Januari 2026.
Capaian tersebut merefleksikan lonjakan minat investor terhadap instrumen reksa dana di tengah dinamika pasar keuangan awal tahun ini.
Kenaikan dana kelolaan ini didorong oleh ekspansi bisnis yang pesat selama satu tahun kalender terakhir.
Baca Juga
Ekspansi Dana Kelolaan Sepanjang Tahun 2025
Berdasarkan laporan Chief Investment Officer KIM Indonesia, Barkah Supriadi, perseroan mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat impresif sepanjang tahun 2025.
Nilai AUM KIM Indonesia dilaporkan tumbuh dalam rentang Rp5,5 triliun hingga Rp6 triliun selama periode tersebut.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Investor Gathering 2026 yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia pada Kamis (5/3/2026).
Barkah Supriadi mengidentifikasi bahwa peningkatan minat investor terhadap produk reksa dana menjadi motor utama di balik lonjakan angka tersebut.
Stabilitas pasar dan strategi pengelolaan aset yang tepat dinilai mampu menarik basis massa pemodal baru ke dalam ekosistem perusahaan.
Momentum pertumbuhan ini diproyeksikan akan terus berlanjut seiring dengan diversifikasi produk yang ditawarkan kepada publik.
Diversifikasi Portofolio dan Instrumen Syariah Global
Produk Fixed Income Fund Plus tercatat sebagai kontributor terbesar dalam portofolio perseroan dengan nilai aset kelolaan mencapai Rp6,3 triliun per Januari 2026.
Reksa dana pendapatan tetap tersebut menjadi primadona karena kinerjanya yang tumbuh signifikan dibandingkan produk investasi lainnya pada tahun lalu.
Selain itu, instrumen Money Market Fund atau reksa dana pasar uang juga menunjukkan performa solid dengan nilai AUM sebesar Rp1,6 triliun.
KIM Indonesia juga memperluas jangkauan investasi melalui produk syariah yang berfokus pada instrumen obligasi korporasi atau Fixed Income Syariah.
Strategi perusahaan mencakup penyediaan berbagai pilihan aset seperti Equity Fund dan Global Syariah Equity Fund untuk memenuhi profil risiko investor yang berbeda.
Kehadiran produk-produk berbasis ekuitas ini melengkapi lini investasi perusahaan dalam upaya memberikan imbal hasil yang optimal bagi para pemegang unit.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












