Geser Kebawah
ObligasiPasar

Bank Indonesia Jaga Stabilitas Pasar, Beli SBN di Pasar Sekunder

145
×

Bank Indonesia Jaga Stabilitas Pasar, Beli SBN di Pasar Sekunder

Sebarkan artikel ini
Bank Indonesia Jaga Stabilitas Pasar, Beli SBN di Pasar Sekunder
Bank Indonesia (BI) melakukan pembelian SBN di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas rupiah dan mencegah keluarnya modal asing, dengan strategi yang hati-hati agar tidak mengganggu pasar.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dilakukan dengan penuh pertimbangan guna menjaga stabilitas pasar keuangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan daya tarik SBN tetap tinggi di mata investor tanpa mengganggu mekanisme pasar.

Langkah Strategis BI dalam Pembelian SBN

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Triwahyono, menyampaikan bahwa setiap pembelian SBN oleh BI dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasar.

Sponsor
Iklan

“Saat melakukan pembelian, kami juga akan melihat benar-benar kondisi pasar yang ada, jangan sampai mendistorsi harga yang ada di market,” ujarnya dalam Taklimat Media di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Pembelian SBN ini merupakan bagian dari upaya BI dalam mengantisipasi keluarnya modal asing dari pasar keuangan domestik. Ketika terjadi aksi jual oleh investor asing, BI hadir untuk menstabilkan pasar dengan membeli SBN.

“Biasanya kita melakukan pembelian SBN ketika terjadi sale off asing di pasar SBN. Hal itu kita lakukan dengan sangat hati-hati, insyaallah tidak akan memberikan dampak rambatan kemana-mana,” lanjut Triwahyono.

Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas

Selain menjaga stabilitas pasar, pembelian SBN juga bertujuan untuk menahan volatilitas nilai tukar rupiah. Triwahyono menegaskan bahwa intervensi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi stabilisasi ekonomi nasional.

“Justru kami melakukan pembelian SBN ketika sale off asing itu dalam rangka stabilisasi nilai tukar,” katanya.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya juga menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sinergi antara operasi moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah.

Data Pembelian SBN oleh BI

Berdasarkan data BI per 17 Februari 2025, total pembelian SBN yang telah dilakukan mencapai Rp 32,46 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 19,46 triliun berasal dari pasar sekunder dan Rp 12,99 triliun dari pasar primer.

“Ke depan, BI terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, mendorong aliran masuk modal asing, serta berkoordinasi erat dengan kebijakan fiskal pemerintah,” tutup Perry Warjiyo.

Kebijakan BI dalam membeli SBN di pasar sekunder merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.

Dengan pendekatan yang hati-hati dan mempertimbangkan kondisi pasar, BI berupaya memastikan bahwa kebijakan ini tidak mengganggu mekanisme pasar dan tetap menarik bagi investor. Langkah ini juga menunjukkan sinergi erat antara BI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.