JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan kinerja yang positif sepanjang 2024, didorong oleh inovasi digital dan kolaborasi dengan ekosistem teknologi. Perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan signifikan pada laba, penyaluran kredit, jumlah nasabah, dan dana pihak ketiga (DPK).
Laba Bersih dan Penyaluran Kredit Meningkat
Pada akhir 2024, Bank Jago mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 129 miliar, meningkat 78% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 36% (yoy) menjadi Rp 17,7 triliun.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan ketahanan dan daya saing Bank Jago dalam menghadapi tantangan ekonomi. “Dinamika ekonomi dan politik di 2024 cukup menantang, namun kami berhasil melewati tahun ini dengan pertumbuhan bisnis yang kuat,” ujarnya pada Jumat (21/3/2025).
Pertumbuhan Nasabah dan Aplikasi Jago
Jumlah nasabah Bank Jago mencapai 15,3 juta pada akhir 2024, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Sebanyak 12,1 juta di antaranya merupakan pengguna Aplikasi Jago, yang bertambah 4 juta nasabah atau naik hampir 50% dibandingkan akhir 2023.
Ekspansi ini didukung oleh kerja sama strategis dengan ekosistem digital, seperti GoTo dan platform investasi reksa dana Bibit. Integrasi Aplikasi Jago dengan platform tersebut mendorong peningkatan akuisisi nasabah secara signifikan.
Dana Pihak Ketiga (DPK) Melonjak
Pertumbuhan jumlah pengguna Aplikasi Jago berdampak positif terhadap peningkatan DPK, yang mencapai Rp 18,8 triliun pada akhir 2024. Angka ini meningkat 56% dibandingkan dengan Rp 12,1 triliun pada 2023.
Mayoritas DPK disumbang oleh giro dan tabungan atau current account and savings account (CASA), yang mencapai Rp 10 triliun atau 53% dari total DPK. Sementara itu, deposito menyumbang Rp 8,8 triliun atau 47%.
Kredit Berkualitas dan Rasio Kesehatan Keuangan
Bank Jago tetap menjaga kualitas kredit dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 0,2%. Sementara itu, total aset perusahaan tumbuh 34% menjadi Rp 28,5 triliun, dibandingkan Rp 21,3 triliun pada 2023.
Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 44,4%, menunjukkan kondisi permodalan yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi
Bank Jago terus memperkuat ekosistem digitalnya melalui kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan lainnya. Kolaborasi ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya saing di sektor perbankan digital.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi Bank Jago berbasis inovasi dan kolaborasi berjalan efektif. Kami optimis untuk terus tumbuh di fase berikutnya,” pungkas Arief Harris Tandjung.






