BankHeadlineKeuangan

Bank Syariah Indonesia Resmi Meluncurkan Bank Emas Pertama di Indonesia

139
Bank Syariah Indonesia Resmi Meluncurkan Bank Emas Pertama di Indonesia
BSI meluncurkan BSI Bank Emas sebagai bullion bank pertama di Indonesia. Apa saja produk dan dampaknya bagi perekonomian nasional?

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi meluncurkan layanan bisnis emas dengan branding BSI Bank Emas, menjadikannya bank pertama di Indonesia yang bergerak di bidang bullion bank.

Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Pegadaian pada Rabu (26/2) di Jakarta. Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar dalam ekosistem perbankan dan investasi emas nasional.

BSI Bank Emas: Inovasi Baru di Dunia Perbankan

BSI menghadirkan tiga produk unggulan dalam layanan BSI Bank Emas, yaitu:

1. BSI Gold

Produk ini menawarkan layanan jual beli emas fisik yang bisa diakses dengan mudah oleh nasabah. Emas yang diperjualbelikan memiliki standar internasional dengan tingkat kemurnian tinggi.

2. BSI Emas Digital

Layanan emas berbasis digital yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi investasi emas dengan lebih praktis dan fleksibel tanpa perlu memiliki emas fisik secara langsung.

3. BSI ATM Emas

ATM emas ini merupakan yang pertama di Indonesia. Melalui layanan ini, masyarakat dapat membeli emas fisik dalam berbagai denominasi dengan cara yang mudah dan cepat.

Kami berharap bisnis bank emas BSI dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan dan menciptakan potensi pasar besar dengan estimasi nilai bisnis sekitar Rp280 triliun,” ujar Direktur Utama BSI, Hery Gunardi.

Dampak Bullion Bank terhadap Ekonomi Nasional

Keberadaan bullion bank seperti BSI Bank Emas diyakini akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Moch. Doddy Ariefianto, ekonom dari Bina Nusantara University, bank emas dapat membantu optimalisasi ekosistem emas nasional. Saat ini, cadangan emas Indonesia mencapai 2.600 ton, namun transaksi wholesale masih terbatas.

“Transaksi emas sudah luas, tetapi peran intermediasi wholesale masih sedikit. Toko emas banyak di pasar, tetapi yang melakukan intermediasi emas secara wholesale masih sedikit. BSI dengan bank emas bisa optimal di sana,” ujar Doddy.

Sementara itu, Direktur Hubungan Investor PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), Thendra Chrisnanda, menyatakan bahwa bullion bank berperan penting dalam mengoptimalkan cadangan emas nasional, memperkuat sektor keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Indonesia memproduksi 132,5 ton emas pada 2023, menjadikannya produsen terbesar ke-7 di dunia. Namun, ekspor gold dore masih tinggi, sementara impor emas batangan juga besar,” jelas Thendra.

Potensi Bisnis Emas di Indonesia

Bank emas memiliki potensi besar untuk mengembangkan rantai nilai bisnis emas dari hulu ke hilir. Diperkirakan nilai industri emas nasional mencapai Rp482,6 triliun per tahun, dengan dampak ekonomi yang luas, seperti:

  • PDB meningkat hingga Rp245 triliun
  • Investasi bertambah Rp47,4 triliun
  • Peredaran uang meningkat Rp156 triliun

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peluncuran bank emas ini merupakan terobosan penting menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa bank emas dapat mendorong peningkatan investasi emas bagi masyarakat dan institusi.

Dengan lebih dari 1.100 kantor cabang di seluruh Indonesia, BSI memiliki jangkauan luas untuk mengembangkan bisnis ini. Bank emas juga dapat menjadi instrumen diversifikasi aset yang lebih aman serta berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan fluktuasi nilai tukar.

Peluncuran BSI Bank Emas menandai era baru dalam ekosistem perbankan dan investasi emas di Indonesia. Dengan berbagai layanan inovatif seperti ATM Emas, emas digital, dan jual beli emas fisik, BSI berpotensi menjadi pemain utama dalam industri emas nasional.

Keberadaan bullion bank ini tidak hanya akan mengoptimalkan cadangan emas Indonesia tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi makro, mulai dari pertumbuhan PDB hingga peningkatan investasi. Seiring perkembangan ini, pelaku pasar diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk mengamankan aset dan meningkatkan diversifikasi investasi.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version