Pemerintah Dorong Perluasan Lahan Sawah untuk Stabilitas Pangan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) atau Bapanas mengusulkan penambahan luas lahan sawah hingga 1 juta hektar.
Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras, sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Kepala Pusdatin NFA, Kelik Budiana, pemerintah memerlukan tambahan lahan sawah sekitar 700 ribu hektar. Namun, pihaknya merekomendasikan perluasan hingga 1 juta hektar guna mengamankan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diproyeksikan mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2025.
“Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional, kita membutuhkan luas tanam sekitar 10,4 juta hektar.
Dengan kondisi eksisting Lahan Baku Sawah (LBS) sekitar 7 juta hektar, perluasan lahan menjadi solusi utama untuk mengurangi ketergantungan pada impor,” ujar Kelik dalam Rakor Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Strategi Pemerintah dalam Perluasan Lahan Sawah
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mencapai target tersebut, di antaranya:
- Updating Data Lahan Baku Sawah (LBS)
Verifikasi ulang data lahan pertanian guna memastikan optimalisasi penggunaan tanah. - Pencegahan Alih Fungsi Lahan
Mengendalikan konversi lahan pertanian menjadi perumahan atau industri agar produksi pangan tetap terjaga. - Perluasan Areal Tanam Baru (PATB)
Mengembangkan lahan baru yang belum digunakan secara maksimal untuk budidaya padi.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi beras secara signifikan, sehingga swasembada pangan dapat segera tercapai.
Dampak Positif Perluasan Lahan terhadap Stabilitas Harga Beras
Dengan meningkatnya luas tanam, produksi beras nasional diyakini akan semakin merata di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini tidak hanya berkontribusi pada stabilitas harga di pasar, tetapi juga memastikan ketersediaan beras dalam jumlah yang cukup untuk program MBG yang akan dijalankan pemerintah.
Pemerintah optimis bahwa dengan tambahan luas lahan, ketahanan pangan akan semakin kuat, dan impor beras bisa ditekan secara signifikan.
Langkah ini juga dinilai sebagai strategi jangka panjang dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.
Menuju Swasembada Pangan yang Berkelanjutan
Keberhasilan program perluasan lahan sawah akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani.
Diharapkan dengan adanya dukungan penuh dari semua pihak, target produksi 10,4 juta hektar dapat tercapai dalam waktu yang telah direncanakan.
Dengan demikian, Indonesia dapat mewujudkan swasembada beras yang berkelanjutan, menjaga stabilitas harga pangan, serta memastikan setiap masyarakat mendapatkan akses terhadap makanan bergizi dan berkualitas.












