JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren negatifnya pada perdagangan Senin, 2 Desember 2024. IHSG ditutup melemah 67,27 poin (0,95%) ke level 7.046,9, melanjutkan penurunan selama empat hari berturut-turut.
Saham Teknologi dan Properti Tertekan
Sejumlah saham mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan hari ini. Saham-saham di sektor teknologi dan properti menjadi yang paling tertekan. PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) misalnya, anjlok hingga 24,6% menjadi Rp 104 per saham. Penurunan tajam juga dialami oleh PT Natura City Developments Tbk (CITY) yang jatuh 21,2% menjadi Rp 126 per saham.
Selain itu, saham PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), PT Jakarta International Hotels & Developments Tbk (JIHD), dan PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Kontras dengan Kenaikan Saham Asia
Menariknya, penurunan IHSG terjadi di saat indeks saham di negara-negara Asia lainnya justru mengalami penguatan. Shanghai Composite Index (Shanghai) melonjak 1,1%, Hang Seng Index (Hong Kong) meningkat 0,6%, Straits Times Index (Singapura) naik 0,3%, dan Nikkei 225 (Jepang) melesat 0,8%.
Saham-Saham yang Bersinar
Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham justru berhasil mencatatkan kenaikan yang signifikan. PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan harga hingga 35% menjadi Rp 270 per saham. Kenaikan tajam juga dialami oleh PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) dan PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR).
Apa yang Menyebabkan Pergerakan Pasar yang Kontras?
Perbedaan kinerja antara IHSG dengan indeks saham regional lainnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
- Sentimen investor: Sentimen investor terhadap pasar saham Indonesia mungkin sedang lemah akibat beberapa faktor, seperti ketidakpastian politik atau ekonomi.
- Aliran dana asing: Arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia dapat menekan harga saham.
- Perkembangan sektoral: Kinerja sektor-sektor tertentu di Indonesia mungkin sedang lemah, sehingga menekan indeks secara keseluruhan.

IHSG kembali mencatatkan penurunan pada perdagangan hari ini, dengan sejumlah saham teknologi dan properti mengalami koreksi yang cukup dalam. Namun, di sisi lain, beberapa saham lainnya justru berhasil mencatatkan kenaikan yang signifikan. Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa pasar saham masih sangat volatil dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







