Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Baru IPO, PSAT Langsung Belanja Kapal Rp22 Miliar!

80
×

Baru IPO, PSAT Langsung Belanja Kapal Rp22 Miliar!

Sebarkan artikel ini
Baru IPO, PSAT Langsung Belanja Kapal Rp22 Miliar!
Dua pekan usai IPO, PSAT beli kapal senilai Rp22 miliar demi efisiensi operasional dan regenerasi armada kapal tug boat dan tongkang.

Investasi Armada Pasca-IPO, PSAT Siap Tempur di Lautan

JAKARTA, BursaNusantara.com – Hanya dua pekan pasca mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia, PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) langsung tancap gas dengan melakukan manuver strategis di sektor operasional.

Perusahaan pelayaran ini resmi mengakuisisi dua unit kapal tug boat dan dua unit kapal tongkang dari PT Global Marindo Perkasa senilai total Rp22 miliar.

Sponsor
Iklan

Langkah ini diumumkan secara resmi oleh Sekretaris Perusahaan PSAT, Fadzil Fahreza, dalam keterangannya pada Rabu (23/7).

Transaksi dilakukan pada Senin (21/7) dan menjadi sinyal awal bahwa PSAT tidak sekadar mencari dana segar dari bursa, tapi siap menggunakannya secara konkret dan terukur.

Fadzil menyebut bahwa pembelian kapal ini merupakan bagian dari strategi regenerasi armada yang sudah mulai uzur.

“Transaksi ini bertujuan untuk meregenerasi armada kapal yang sudah berusia di atas 20 tahun,” ungkap Fadzil.

Armada Tua Disingkirkan, Efisiensi Jadi Kunci

Empat kapal yang dibeli terdiri dari dua unit tongkang dan dua unit tug boat dengan rincian nilai yang mencerminkan efisiensi jangka panjang.

Kapal tongkang yang dibeli yaitu BG Kaltim FT 36-07 senilai Rp6,85 miliar dan BG Kaltim FT 36-09 senilai Rp6,9 miliar.

Sementara itu, dua unit tug boat adalah TB Kaltim Dolphin 10-17 dengan nilai Rp4,15 miliar dan TB Kaltim Dolphin 10-19 senilai Rp4,1 miliar.

Total belanja modal ini memperlihatkan fokus PSAT dalam memodernisasi lini operasional tanpa harus menunggu waktu terlalu lama sejak IPO.

Fadzil menjelaskan bahwa akuisisi armada ini ditujukan untuk menekan biaya perawatan yang selama ini membebani keuangan perusahaan.

“Kami ingin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga kelangsungan pelayanan logistik laut yang prima,” tegasnya.

PSAT Tak Mau Sekadar Bertahan, Tapi Mendominasi

Dalam konteks pelayaran dan logistik laut, kecepatan, daya angkut, serta keandalan kapal sangat menentukan kinerja operasional dan profitabilitas.

Dengan usia armada yang lebih muda, PSAT berharap dapat mengurangi risiko downtime dan gangguan operasional yang biasa terjadi pada kapal tua.

Langkah akuisisi ini menunjukkan keberanian PSAT dalam mengambil keputusan investasi besar di awal kiprahnya sebagai emiten publik.

Strategi ini juga mengisyaratkan bahwa manajemen PSAT tidak ingin momentum IPO hanya menjadi seremoni pencatatan, tetapi titik awal ekspansi nyata.

Dari sisi investor, aksi korporasi ini bisa dibaca sebagai komitmen manajemen dalam penggunaan dana yang produktif, bukan sekadar penambahan modal pasif.

Dengan struktur armada yang lebih efisien dan modern, PSAT bersiap bersaing di pasar pelayaran nasional dan regional yang semakin kompetitif.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.