Geser Kebawah
BankKeuangan

BBCA Pegang Jaminan Rp2,88 T dari DEWA untuk Kredit Sindikasi

88
×

BBCA Pegang Jaminan Rp2,88 T dari DEWA untuk Kredit Sindikasi

Sebarkan artikel ini
BBCA Pegang Jaminan Rp2,88 T dari DEWA untuk Kredit Sindikasi
BBCA kantongi jaminan fidusia DEWA senilai Rp2,88 triliun demi jaminan kredit sindikasi Rp2,6 triliun.

BBCA Amankan Risiko Kredit Sindikasi Lewat Jaminan Aset DEWA

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX:BBCA) bersama sejumlah kreditur sindikasi mengantongi jaminan fidusia senilai Rp2,88 triliun dari PT Darma Henwa Tbk (IDX:DEWA).

Jaminan ini mencakup mesin dan peralatan yang terdaftar resmi untuk mendukung fasilitas kredit sindikasi yang diberikan per 31 Juli 2024 lalu.

Sponsor
Iklan

Aset Bernilai Tinggi Jadi Agunan Kredit

Langkah pendaftaran jaminan ini tercatat dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/5).

Baca Juga: AKRA Bidik Laba Bersih Rp2,6 Triliun di 2025

Total nilai fasilitas kredit sindikasi kepada DEWA sendiri sebesar Rp2,6 triliun, lebih kecil dari nilai jaminan yang diberikan.

Strategi BBCA Mengelola Risiko Pembiayaan

Sebagai pemimpin sindikasi, BBCA menunjukkan kehati-hatiannya dalam pengelolaan risiko pembiayaan di sektor pertambangan.

Dengan jaminan fidusia senilai Rp2,88 triliun, BBCA memastikan bahwa risiko kredit tetap terkendali di tengah dinamika industri.

Baca Juga: Laba IDX:MEDC Turun, Portofolio Energi Hijau Jadi Andalan Baru

Dukungan Kredit Tanpa Ganggu Operasi Debitur

Meski menggunakan aset bernilai besar sebagai agunan, DEWA menegaskan bahwa pendaftaran jaminan tidak mengganggu operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Hal ini memperkuat keyakinan pemberi pinjaman atas kelayakan kredit debitur dalam jangka panjang.

Performa Keuangan Debitur Meningkat

DEWA sendiri menunjukkan kinerja keuangan positif pada kuartal I-2025.

Pendapatan naik 8,97% yoy menjadi Rp1,58 triliun, sementara laba bersih melonjak drastis 763,28% yoy menjadi Rp68,89 miliar.

[tradingview_chart symbol=”IDX:BBCA” height=”360″ theme=”light”]

Bagi BBCA, kolaborasi pembiayaan seperti ini bukan hanya menjaga kualitas aset, tapi juga memperluas eksposur portofolio kredit ke sektor produktif nasional.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.