Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

BBCA Resmi Bagi Dividen Rp 30 Triliun, Masih Layak Dikoleksi?

315
×

BBCA Resmi Bagi Dividen Rp 30 Triliun, Masih Layak Dikoleksi?

Sebarkan artikel ini
BBCA Bagi Dividen Rp 30 Triliun Masih Layak Dikoleksi
Bank Central Asia (BBCA) akan membagikan dividen Rp 30,81 triliun. Simak apakah saham ini masih layak dikoleksi investor.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menggelontorkan dividen lebih dari Rp 30 triliun kepada investornya tahun ini. Dengan mendekati periode cum dividen pada Kamis, 20 Maret 2025, investor ritel perlu mempertimbangkan apakah saham blue chip ini masih menarik untuk dikoleksi atau lebih baik menahan diri.

Rincian Pembagian Dividen BBCA 2025

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2025, BBCA akan membagikan dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp 30,81 triliun. Setiap pemegang saham akan menerima Rp 250 per lembar saham.

Sponsor
Iklan

Sebelumnya, BBCA juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp 6,16 triliun atau Rp 50 per saham pada 11 Desember 2024. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan sepanjang tahun mencapai Rp 36,98 triliun atau Rp 300 per saham, setara dengan 67,44% dari total laba bersih BBCA tahun 2024 sebesar Rp 54,83 triliun.

Sekretaris Perusahaan BCA, Raymon Yonarto, menyatakan bahwa dividen ini akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 24 Maret 2025 pukul 16:00 WIB.

Pergerakan Harga Saham BBCA

Menjelang cum dividen, harga saham BBCA mengalami pergerakan fluktuatif. Pada Selasa, 18 Maret 2025, saham BBCA ditutup di level Rp 8.300 per saham, turun 3,49% dari hari sebelumnya. Namun, sentimen dividen kembali mengangkat harga saham BBCA ke Rp 8.325 per saham pada perdagangan Rabu, 19 Maret 2025.

Dengan harga saham saat ini, dividend yield final BBCA berada di sekitar 3,01%. Meskipun relatif kecil dibandingkan dengan bank lain, BBCA tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.

Apakah Saham BBCA Masih Menarik?

Pandangan Analis

Head of Proprietary Investment Mirae Asset, Handiman Soetoyo, mengungkapkan bahwa total dividen BBCA lebih rendah dari perkiraan pasar. Konsensus sebelumnya memperkirakan dividen final BBCA bisa mencapai Rp 311–312 per saham.

Selain itu, rasio dividen BBCA juga mengalami penurunan setelah delapan tahun berturut-turut mengalami kenaikan. Handiman menilai langkah ini dilakukan demi menjaga kesinambungan dividen dalam jangka panjang.

“Bisa jadi penurunan rasio dividen tahun ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan dividen yang lebih stabil ke depannya,” ujar Handiman.

Perbandingan dengan Bank Lain

Meskipun BBCA dikenal sebagai bank dengan valuasi premium, analis menilai yield dividen BBCA tergolong kecil dibandingkan bank lain dalam kategori KBMI 4. Jika digabung dengan dividen interim, total yield BBCA hanya sekitar 3,3%, lebih rendah dibandingkan dengan beberapa bank besar lainnya.

Ekky Topan, analis Infovesta Utama, juga menegaskan bahwa BBCA bukan pilihan utama bagi investor yang mengejar dividen tinggi. Namun, ia menilai saham BBCA tetap menarik karena faktor keamanan dan potensi capital gain yang lebih baik dalam jangka panjang.

“Jika dibandingkan dengan dividen bank lain, memang tergolong kecil. Namun, alasan utama investasi di BBCA bukan semata-mata karena dividen, melainkan karena stabilitas dan prospek pertumbuhan jangka panjang,” kata Ekky.

Target Harga BBCA

Dari sisi teknikal, Ekky menyebutkan bahwa saham BBCA memiliki target harga jangka pendek di level Rp 9.350, dengan potensi naik hingga Rp 10.000 jika momentum positif berlanjut.

Strategi Investasi di Saham BBCA

Para investor yang ingin memperoleh dividen dari BBCA harus memastikan kepemilikan saham sebelum tanggal cum dividen. Namun, bagi mereka yang lebih mengutamakan capital gain, mempertimbangkan momen terbaik untuk masuk juga menjadi strategi yang penting.

Menurut para analis, saham BBCA tetap menjadi pilihan utama bagi investor dengan profil risiko moderat hingga rendah. BBCA dikenal memiliki manajemen risiko yang kuat, fundamental yang kokoh, serta posisi dominan di sektor perbankan Indonesia. Ini membuatnya tetap menjadi salah satu saham yang paling aman untuk dipegang dalam jangka panjang.

Selain itu, likuiditas saham BBCA yang tinggi menjadikannya lebih mudah untuk diperdagangkan, sehingga investor dapat dengan cepat menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi pasar.

Dengan berbagai pertimbangan ini, investor perlu mengevaluasi tujuan investasinya. Jika fokus pada stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang, BBCA tetap menjadi pilihan yang menarik meskipun yield dividennya tidak terlalu besar.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.