Ringkasan Program Buyback BBRI 2025
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melakukan buyback saham senilai Rp3 triliun dari kas internal pada tahun 2025.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari buyback sebelumnya yang dilakukan pada 2023 dengan nilai maksimum Rp1,5 triliun.
Buyback ini direncanakan akan berlangsung dari 12 Maret 2025 hingga 11 Maret 2026, menunggu persetujuan dalam RUPS BBRI 2025 yang dijadwalkan pada 11 Maret 2025.
Dampak dan Strategi Buyback
Mekanisme dan Tujuan Buyback
Manajemen BBRI telah menegaskan bahwa buyback saham ini akan direalisasikan sebagai bagian dari Program Kepemilikan Saham (Treasury Stock).
- Pembayaran dan Progres: Pembayaran dilakukan secara bertahap berdasarkan capaian progres kerja yang diukur secara bulanan.
- Keamanan Finansial: Buyback ini dijamin tidak akan menurunkan kekayaan bersih BBRI di bawah jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan wajib.
- Dampak Operasional: Proses ini tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan dan biaya operasional perusahaan.
Indikator Optimisme Manajemen
Menurut CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo, buyback sering kali menjadi indikator optimisme manajemen terhadap prospek perusahaan. Dengan buyback, jumlah saham beredar berkurang yang pada gilirannya dapat meningkatkan earnings per share (EPS).
Hal ini diharapkan meningkatkan kepercayaan investor dan membuat fundamental perusahaan menjadi lebih menarik.
Kondisi Pasar dan Tekanan Harga Saham
Tekanan Harga Saham BBRI
Di tengah rencana buyback, harga saham BBRI mengalami tekanan. Pada penutupan perdagangan Rabu (19/2), harga saham BBRI tercatat di level Rp4.020, turun 130 poin atau 3,13% dari hari sebelumnya.
- Year-to-Date: Penurunan sebesar 190 poin atau 4,51%.
- Year-on-Year: Saham BBRI telah terkoreksi sebanyak 2.280 poin atau 36,19% dari harga tertinggi sebelumnya.
Penurunan harga ini menandakan adanya koreksi pasar, yang pada sisi lain menciptakan peluang bagi investor untuk membeli saham-saham blue chip dengan harga lebih murah.
Analisis Teknikal dan Nilai PBV
Para analis pasar mengungkapkan bahwa saham blue chip, khususnya di sektor perbankan, saat ini berada di area harga yang cukup murah berdasarkan Price Book Value (PBV).
- PBV BBRI: 1,94x
- PBV BCA: 5,55x
- PBV BNI: 1,10x
- PBV Bank Mandiri: 1,87x
Menurut Praska Putrantyo, waktu ini adalah momen yang tepat untuk membeli karena koreksi pasar memberikan harga yang lebih terjangkau.
Investment Analyst Ekky Topan dari PT Infovesta Kapital Advisori juga menyatakan bahwa buyback dilakukan karena saham perusahaan dianggap undervalued dan memiliki potensi kenaikan di masa mendatang.
Prospek Investasi dan Dividend Yield
Target Harga dan Stabilitas Saham
Analis memperkirakan bahwa dengan adanya buyback, harga saham BBRI memiliki potensi untuk naik hingga mencapai target sekitar Rp4.600 per saham.
Secara teknikal, saham BBRI mulai menunjukkan tanda-tanda stabil setelah mengalami koreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
- Peningkatan EPS: Pengurangan jumlah saham yang beredar akan mendongkrak EPS, menjadikan fundamental perusahaan lebih menarik bagi investor.
Daya Tarik Dividen
BBRI dikenal sebagai emiten perbankan dengan dividend yield yang menarik. Hal ini menjadi daya tarik tambahan bagi investor, terutama menjelang musim pembagian dividen di kuartal kedua.
Dividend yield yang stabil dan tinggi diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.
Kesimpulan dan Rekomendasi Investasi
Buyback saham BBRI senilai Rp3 triliun merupakan sinyal optimisme manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Meskipun harga saham saat ini mengalami tekanan, koreksi pasar memberikan peluang bagi investor untuk masuk pada harga yang lebih murah.
Pengurangan jumlah saham yang beredar melalui buyback diharapkan dapat meningkatkan EPS dan, secara tidak langsung, mendorong kenaikan harga saham ke level target sekitar Rp4.600 per saham.
Analisis fundamental dan teknikal menunjukkan bahwa saham blue chip BBRI, yang termasuk dalam indeks LQ45 dan IDX30, kini dianggap undervalued.
Dengan PBV yang rendah dan dividend yield yang menarik, ini merupakan waktu yang tepat untuk mempertimbangkan investasi di saham BBRI.
Para investor disarankan untuk mengikuti perkembangan RUPS BBRI 2025 dan memastikan bahwa keputusan investasi didasarkan pada analisis menyeluruh serta pemahaman risiko yang ada.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












