BBRI Pusat Perhatian Investor
JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi magnet utama investor di Bursa Efek Indonesia setelah dalam sepekan terakhir berhasil mencatat pembelian bersih asing hingga Rp 2,3 triliun.
Lonjakan arus dana masuk ini menempatkan BBRI sebagai saham paling diburu di BEI periode 11-15 Agustus 2025 dan mengukuhkan statusnya sebagai tulang punggung indeks.
Hingga penutupan Jumat (15/8/2025), BBRI ditutup menguat 1,48% di Rp 4.120 per saham dan mencatat lonjakan harga 11,3% sepanjang sepekan terakhir.
Dalam horizon sebulan, saham bank pelat merah ini meningkat 6,19%, sementara sepanjang tahun berjalan (year to date) sudah naik tipis 0,98%.
Rekomendasi KB Valbury Sekuritas memberi sinyal kuat dengan trading buy pada level entry Rp 4.080–4.120 dengan target harian Rp 4.160.
Level resistance dipatok Rp 4.160, sementara support di Rp 4.080, dengan peringatan stop loss di Rp 4.000 sebagai batas risiko investor.
Arus Dana Asing Jadi Motor Utama
Pengamat pasar modal Hendra Wardana menegaskan derasnya dana asing di BBRI dan BMRI menjadi katalis utama penguatan IHSG pekan lalu.
Menurutnya, pertumbuhan kredit perbankan yang solid, kualitas aset terjaga, dan valuasi relatif murah membuat sektor ini kembali menjadi favorit global funds.
Kenaikan IHSG dalam sepekan tidak bisa dilepaskan dari sentimen bahwa sektor keuangan Indonesia masih menjadi tulang punggung perekonomian domestik.
Dominasi asing di BBRI mempertegas kepercayaan terhadap fundamental emiten big cap yang memiliki skala besar dan jangkauan nasional.
Dengan posisi tersebut, pergerakan BBRI kerap dianggap indikator utama arah IHSG dalam jangka pendek.
Momentum Global Perkuat Sentimen
Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai penguatan BBRI juga terdorong momentum positif global.
Ia menyebut kesepakatan gencatan tarif 90 hari antara China dan AS memberi ruang lega bagi aliran modal masuk ke emerging markets.
Selain itu, peluang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka lebar, memperkuat ekspektasi likuiditas yang mendukung saham cyclical seperti perbankan.
Valuasi yang relatif murah menambah daya tarik sektor finansial, apalagi di tengah ekonomi domestik yang terbukti resilien sepanjang 2025.
Situasi ini membuka ruang akumulasi saham unggulan, terutama BBRI yang memiliki basis investor ritel dan institusional yang besar.
Potensi Cuan dan Strategi Trading
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy dengan target Rp 4.160 dalam jangka harian, namun analis Kiwoom Sekuritas memberi proyeksi lebih tinggi.
Oktavianus Audi menargetkan BBRI bisa menuju Rp 4.360, seiring ekspektasi konsistensi arus modal asing dan prospek bisnis perbankan yang stabil.
Bagi pemodal ritel, kisaran entry price di Rp 4.080–4.120 menjadi area strategis dengan potensi imbal hasil singkat.
Namun disiplin manajemen risiko penting, dengan stop loss di Rp 4.000 jika terjadi pembalikan arah mendadak akibat gejolak eksternal.
Momentum saat ini membuka peluang cuan bukan hanya bagi investor jangka pendek, tetapi juga bagi mereka yang mengincar keuntungan menengah.
Efek Domino ke Saham Lain
Kebangkitan BBRI juga memicu sentimen positif ke saham bank besar lain seperti BMRI yang ikut direkomendasikan buy dengan target Rp 6.300.
Saham sektor lain seperti TLKM, ICBP, dan KLBF juga mendapat dorongan rekomendasi seiring keyakinan pasar bahwa likuiditas asing akan terus mengalir.
Namun, peran BBRI sebagai leading indicator tetap dominan karena bobotnya yang signifikan di IHSG dan kapitalisasi pasar terbesar di sektor perbankan.
Dengan transaksi asing yang masih deras, arah BBRI akan terus dipantau ketat karena setiap pergerakannya dapat memicu efek domino ke indeks.
Investor kini melihat BBRI bukan sekadar saham bank, melainkan barometer kesehatan pasar modal Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











