Aksi KorporasiPasar

BBRI Target DPR 85%, Dividend Yield Capai 8,3%

193
bbri target dpr 85%, dividend yield capai 8,3% kompres
BBRI rencanakan DPR 85% di 2024, dengan dividend yield 8,3% walau laba 4Q24 turun. Stockbit analisis NIM, CoC & prospek BBRI ke depan.

Kinerja BBRI 4Q24 dan Tahun 2024

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat dinamika kinerja yang menarik di kuartal keempat 2024. Menurut data dari Stockbit Sekuritas, laba bersih BBRI pada 4Q24 turun menjadi Rp15,1 triliun, turun 6,3% dibanding tahun sebelumnya (YoY) dan 1,8% lebih rendah dari kuartal sebelumnya (QoQ).

Penurunan ini berdampak pada total laba bersih selama tahun 2024 yang mencapai Rp60,2 triliun, naik tipis sebesar 0,1% YoY namun sedikit di bawah ekspektasi pasar karena hanya mencapai 98,5% dari estimasi konsensus.

Penurunan laba ini terutama dipicu oleh performa net interest margin (NIM) yang sesuai dengan guidance, namun diimbangi oleh cost of credit (CoC) yang lebih buruk serta pertumbuhan kredit yang meleset dari target.

Rencana Dividend Payout Ratio dan Potensi Dividen

Meski menghadapi tekanan pada laba, manajemen BBRI tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap pemegang saham. Dalam RUPS yang dijadwalkan pada Maret 2025, pihak manajemen berencana mengajukan dividend payout ratio (DPR) minimum sebesar 85% untuk tahun buku 2024, meningkat dari 80% yang diterapkan pada tahun 2023.

Hal ini berpotensi menghasilkan dividend yield mencapai 8,3%, termasuk dividen interim yang telah dibayarkan pada Desember 2024. Dengan harga saham yang tercatat di level Rp4.030 per lembar per 12 Februari 2025, prospek dividen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang mengincar pengembalian investasi melalui pembagian laba.

Analisis Stockbit Sekuritas: Kekuatan dan Tantangan

Stockbit Sekuritas memberikan pandangan yang cukup mixed terkait kinerja BBRI. Di satu sisi, pertumbuhan NIM yang sesuai dengan ekspektasi menjadi sinyal positif.

Namun, di sisi lain, peningkatan CoC dan pertumbuhan kredit yang meleset dari guidance menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi. Broker dari Stockbit menyatakan bahwa kondisi di kuartal pertama 2025 diperkirakan akan tetap sulit, sebelum secara bertahap membaik mulai kuartal kedua hingga kuartal keempat 2025.

Oleh karena itu, meski dividend yield yang ditargetkan cukup menarik, para investor dihimbau untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan kinerja operasional, terutama dalam aspek NIM dan cost of credit.

Prospek BBRI ke Depan

Melihat situasi saat ini, prospek BBRI ke depan tetap menarik meski diwarnai oleh tantangan ekonomi makro dan dinamika sektor perbankan.

Dengan rencana peningkatan DPR menjadi 85%, BBRI berkomitmen untuk mendistribusikan laba secara signifikan kepada para pemegang saham.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kepercayaan investor, tetapi juga meningkatkan likuiditas saham di pasar modal.

Di sisi lain, upaya untuk mengatasi kendala CoC dan memperbaiki pertumbuhan kredit akan menjadi fokus utama manajemen dalam menghadapi kuartal awal 2025.

Secara keseluruhan, meskipun kinerja laba BBRI di 4Q24 menunjukkan tekanan, strategi peningkatan dividend payout dan fokus pada efisiensi operasional tetap memberikan sinyal optimis bagi masa depan.

Para investor yang mengincar dividen tinggi dapat mempertimbangkan saham BBRI sebagai pilihan investasi, sambil terus mengamati perkembangan fundamental dan strategi manajemen untuk mengatasi tantangan yang ada.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version