BankKeuangan

BBYB Diprediksi Loncat Laba 1.780%, Saham Melesat

553
BBYB Diprediksi Loncat Laba 1.780%, Saham Melesat
BBYB diproyeksi cetak laba Rp 376 miliar pada 2025, naik 1.780% dari tahun lalu, didorong perbaikan kualitas kredit dan target harga tinggi rekomendasi buy.

Lonjakan Laba Jadi Motor Penggerak BBYB

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), salah satu pionir bank digital Indonesia, sedang menjadi sorotan lantaran proyeksi kinerja yang spektakuler di tahun 2025.

Riset Trimegah Sekuritas memprediksi laba bersih BBYB akan melesat hingga 1.780% menjadi Rp 376 miliar, menjadikan bank ini salah satu emiten perbankan dengan pertumbuhan laba tercepat tahun ini.

Sentimen ini langsung menjadi bahan bakar bagi saham BBYB, yang saat berita ini ditulis melesat 21% ke level Rp 350 per saham.

Dari Rugi Menjadi Untung Besar

Berdasarkan laporan semester I-2025, BBYB berhasil mencetak laba bersih Rp 276 miliar, berbalik dari rugi Rp 6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan kinerja ini didorong oleh turunnya provisi kredit, yang ikut memperbaiki beban keuangan secara signifikan.

Biaya kredit turun drastis 922 basis poin menjadi 16,9%, sementara laba sebelum provisi justru melemah 22% menjadi Rp 988 miliar akibat penurunan pendapatan bunga bersih 16%.

NIM BBYB terkoreksi menjadi 15,5%, sejalan dengan penurunan biaya dana menjadi 5,8%.

Perbaikan Kualitas Kredit Jadi Kunci

Menurut Trimegah Sekuritas, rasio write-off BBYB turun menjadi 18,2% dari 28,3% sebelumnya, menandakan kualitas kredit membaik.

Di kuartal II-2025, BBYB membukukan laba bersih Rp 116 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp 20 miliar pada periode sama tahun lalu, dengan LDR menurun ke 60,6%.

Rasio NPL dan LAR juga membaik menjadi 3,1% dan 10,9%, memperlihatkan tren positif dalam pengelolaan risiko kredit.

Meski begitu, pertumbuhan kredit tahunan justru terkontraksi 10% menjadi Rp 8,1 triliun, yang menjadi catatan penting bagi investor.

Target Ambisius dan Strategi 2025

Manajemen BBYB menargetkan total kredit 2025 berada di kisaran Rp 8,5–8,6 triliun, dengan fokus pada kredit konsumer di luar segmen AkuLaku.

Bank ini mematok NIM di rentang 15–16% dan biaya kredit di bawah 20%, menandakan optimisme dalam mempertahankan efisiensi biaya meski persaingan bank digital semakin ketat.

Trimegah Sekuritas tetap merekomendasikan buy untuk saham BBYB, dengan target harga Rp 400 per saham.

Dalam revisi terbarunya, Trimegah menaikkan estimasi laba bersih 2025 sebesar 39,7%, sementara proyeksi 2026 dan 2027 masing-masing dipangkas 1,6% dan 2,9% akibat penurunan NIM serta melambatnya pertumbuhan kredit.

Risiko yang Mengintai

Meski proyeksi kinerja terlihat cemerlang, Trimegah mengingatkan adanya potensi risiko, terutama pada segmen wholesale yang lebih sensitif terhadap gejolak pasar.

Penundaan persetujuan kredit juga bisa menjadi hambatan bagi target pertumbuhan yang telah ditetapkan.

Bagi investor, faktor-faktor ini menjadi penyeimbang euforia pasar agar keputusan investasi tetap berbasis data fundamental dan bukan sekadar tren harga.

Perspektif Pasar Saham Digital Banking

Fenomena lonjakan laba BBYB mencerminkan pergeseran lanskap perbankan digital di Indonesia, di mana efisiensi dan kualitas kredit mulai menjadi prioritas di atas pertumbuhan agresif.

Investor kini lebih selektif, mengutamakan bank digital yang mampu menurunkan NPL, menjaga NIM sehat, dan mengelola biaya dana dengan presisi.

Jika BBYB mampu mempertahankan momentum ini sambil menggenjot kembali pertumbuhan kredit, peluang untuk mencapai target harga Rp 400 bahkan melampauinya terbuka lebar.

Namun, ruang pergerakan saham juga akan dipengaruhi oleh sentimen makro seperti tren suku bunga BI, inflasi domestik, dan kompetisi di sektor fintech lending.

Dengan kondisi pasar yang semakin kompleks, strategi BBYB dalam semester II-2025 akan menjadi kunci apakah bank ini dapat mengonversi proyeksi spektakuler menjadi realisasi kinerja yang solid di laporan akhir tahun.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version