BankKeuangan

BCA Komitmen KPR 3 Juta Rumah dengan Prinsip Kehati-hatian

108
BCA Komitmen KPR 3 Juta Rumah dengan Prinsip Kehati-hatian
BCA berkomitmen menyalurkan KPR dengan prinsip kehati-hatian, mendukung arahan OJK untuk mempermudah akses KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong perbankan dan lembaga jasa keuangan (LJK) mempermudah akses KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Komitmen BCA dalam Menyalurkan Kredit

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menyatakan bahwa penyaluran KPR oleh BCA tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian, mengutamakan manajemen risiko yang disiplin.

“Dalam mendorong KPR ke depan, BCA akan memberikan nilai tambah kepada nasabah dengan menghadirkan beragam promo menarik di berbagai segmen,” ujar Hera kepada Bloomberg Technoz pada Sabtu (18/1/2025).

BCA juga mencermati arahan dari pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan, termasuk penggunaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dalam proses persetujuan kredit. Sistem ini memainkan peran penting dalam penilaian kelayakan nasabah untuk mendapatkan fasilitas kredit, khususnya KPR.

Pertumbuhan Kredit Properti di Tengah Tantangan Ekonomi

BCA tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit properti, meskipun terus memperhatikan dinamika kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Menurut Hera, strategi promosi yang ditawarkan oleh BCA bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam memiliki rumah.

Laporan dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, kinerja pertumbuhan kredit perbankan mencapai 10,39% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan ini berada di rentang bawah target bank sentral yang ditetapkan pada kisaran 10%-12%. Berdasarkan kelompok penggunaan, kredit modal kerja tumbuh sebesar 8,35% (yoy), kredit investasi naik 13,62% (yoy), dan kredit konsumsi meningkat 10,61% (yoy).

Kebijakan OJK untuk Mempermudah Akses KPR

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh program pemerintah terkait pembangunan dan penyediaan rumah bagi masyarakat, khususnya MBR. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK telah memberikan arahan kepada perbankan dan LJK untuk memperluas pembiayaan rumah bagi MBR.

Mahendra menegaskan bahwa dalam pemberian kredit, LJK tetap diberi kebebasan untuk menentukan kebijakan sesuai dengan risk appetite dan pertimbangan bisnis masing-masing.

“Dalam proses pemberian kredit, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Bank memiliki kebijakan untuk memberikan kredit kepada debitur, termasuk yang memiliki rekam jejak kredit macet,” ujar Mahendra.

OJK juga menjelaskan bahwa penilaian kualitas aset produktif untuk debitur dengan plafon kredit hingga Rp5 miliar hanya didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok atau bunga.

Hal ini diatur dalam Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. Dengan pendekatan ini, proses penilaian KPR menjadi lebih fleksibel dibandingkan kredit lainnya.

Dukungan untuk Program 3 Juta Rumah

Program 3 Juta Rumah yang diinisiasi pemerintah bertujuan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai bentuk dukungan, OJK mengimbau perbankan untuk memperlonggar persyaratan pembiayaan KPR. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus merangsang pertumbuhan sektor properti.

Dalam konteks ini, BCA berupaya berperan aktif dengan menyesuaikan strategi bisnisnya. Promo KPR yang dihadirkan tidak hanya menawarkan suku bunga kompetitif, tetapi juga kemudahan proses administrasi. Strategi ini dirancang untuk menarik minat masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target pembangunan perumahan nasional.

BCA Komitmen KPR 3 Juta Rumah dengan Prinsip Kehati-hatian

BCA menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pembiayaan KPR, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian, penerapan manajemen risiko, serta mengikuti arahan OJK, BCA optimistis mampu mendorong pertumbuhan kredit properti secara berkelanjutan.

Program 3 Juta Rumah yang didukung oleh kebijakan OJK dan inisiatif perbankan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version