IHSG Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham Pekan Ketiga Mei
JAKARTA, BursaNusantara.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ketiga Mei 2025 hanya berlangsung tiga hari. Libur nasional Hari Raya Waisak dan cuti bersama membuat bursa tutup pada Senin (12/5) dan Selasa (13/5).
Sebelum libur, IHSG ditutup naik tipis 0,07% atau 5,05 poin ke level 6.832,80 pada Jumat (9/5). Namun, analis teknikal memprediksi potensi koreksi dalam waktu dekat.
Proyeksi IHSG Menurut MNC Sekuritas
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebutkan IHSG saat ini berada di awal wave [b] dari wave B. “Kami perkirakan koreksi terdekat akan menguji area 6.713–6.759,” ujarnya dalam riset, Rabu (14/5).
Herditya juga menyampaikan empat saham pilihan dengan skenario buy on weakness, meskipun pasar diperkirakan rawan terkoreksi.
Saham Pilihan Pekan Ini
1. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT)
ISAT melemah 2,41% ke Rp1.820 akibat tekanan jual. Posisi saat ini diperkirakan masih dalam fase koreksi.
- Rekomendasi: Buy on weakness Rp1.640–Rp1.765
- Target harga: Rp1.975 dan Rp2.130
- Stoploss: Di bawah Rp1.535
2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
INDF menguat 2,57% ke Rp7.975 dengan volume beli yang dominan. INDF diperkirakan berada di awal wave v dari wave (iii) dari wave [c], menunjukkan potensi penguatan.
- Rekomendasi: Buy on weakness Rp7.775–Rp7.875
- Target harga: Rp8.075 dan Rp8.250
- Stoploss: Di bawah Rp7.675
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
MBMA turun 1,73% ke Rp340. Posisi saat ini berada di awal wave [ii] dari wave C, artinya masih rawan koreksi.
- Rekomendasi: Buy on weakness Rp300–Rp332
- Target harga: Rp366 dan Rp404
- Stoploss: Di bawah Rp272
4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
PTBA melemah 0,37% ke Rp2.710 dan berada di bawah MA20. Diperkirakan masih dalam fase awal wave [b] dari wave Y.
- Rekomendasi: Buy on weakness Rp2.480–Rp2.620
- Target harga: Rp2.850 dan Rp2.990
- Stoploss: Di bawah Rp2.450
Dengan hanya tiga hari perdagangan aktif minggu ini, investor disarankan mencermati peluang teknikal jangka pendek pada saham-saham tersebut dan tetap disiplin dengan batas risiko.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












