JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas yang ditargetkan diluncurkan pada tahun 2025.
Langkah ini diambil menyusul peresmian bullion bank atau bank emas yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya BEI untuk menggenjot pasar ETF nasional dan meningkatkan akses masyarakat terhadap investasi di aset emas.
Peluncuran Bullion Bank sebagai Landasan Strategi Investasi
Peluncuran bullion bank merupakan tonggak penting dalam transformasi pasar modal Indonesia. Dengan diberikannya izin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) pada 12 Februari 2025 dan Pegadaian pada 23 Desember 2024, pemerintah telah membuka jalan bagi pengoperasian bank emas sebagai instrumen investasi yang mendukung keuangan berkelanjutan.
Bullion bank ini dirancang untuk menjadi wadah yang aman dan terpercaya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di emas, salah satu instrumen investasi utama di Indonesia.
Persiapan Peluncuran ETF Emas
Konsultasi dan Kolaborasi dengan Pihak Terkait
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa BEI telah melakukan diskusi intensif dengan belasan manajer investasi, lembaga keuangan seperti Pegadaian, dan juga telah mengadakan pembahasan bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) untuk memperoleh fatwa atas produk ETF Emas.
“Kami sedang menunggu peraturan OJK yang akan memberikan landasan hukum yang kuat untuk produk ini.
Konsultasi yang kami lakukan menunjukkan bahwa potensi pasar emas sangat besar, mengingat minat masyarakat terhadap aset emas yang terus meningkat,” ujar Jeffrey Hendrik.
Riset dan Kajian Sejak 2023
Produk ETF Emas telah dikaji oleh BEI sejak tahun 2023. Ide peluncuran ETF emas merupakan salah satu upaya strategis BEI untuk menyediakan akses investasi yang lebih luas kepada masyarakat, serta mendiversifikasi portofolio investasi dengan menawarkan produk derivatif yang berbasis emas.
Produk ini memungkinkan investor untuk bertransaksi di pasar global tanpa harus memiliki aset fisik, sehingga memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengelola risiko pasar.
Peluang dan Tantangan Peluncuran ETF Emas
Potensi Keuntungan bagi Investor
Peluncuran ETF Emas oleh BEI diharapkan akan membuka peluang besar bagi investor institusional dan ritel untuk mengakses pasar emas dengan modal yang relatif kecil.
Produk ini memungkinkan transaksi tunai dengan penyelesaian cepat (T+1), memberikan kesempatan bagi investor untuk meraih keuntungan dari fluktuasi harga emas tanpa harus menyimpan fisik emas.
Dengan leverage dan struktur biaya yang kompetitif, ETF Emas menjadi alternatif menarik bagi para investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka.
Tantangan Regulasi dan Implementasi
Meskipun prospek pasar ETF Emas sangat menjanjikan, tantangan utama terletak pada penyusunan regulasi yang komprehensif oleh OJK. BEI harus memastikan bahwa produk ETF Emas dapat diterapkan secara transparan dan sesuai dengan standar internasional.
Selain itu, koordinasi dengan DSN MUI untuk fatwa serta dukungan dari manajer investasi juga menjadi kunci dalam kelancaran implementasi produk ini.
Proses adaptasi regulasi dan penyesuaian teknis harus diselesaikan sebelum peluncuran resmi, sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pemangku kepentingan.
Implikasi Terhadap Pasar Modal Indonesia
Memperkuat Ekosistem Investasi Emas
Dengan diluncurkannya ETF Emas, BEI berpotensi meningkatkan likuiditas dan daya tarik pasar modal di Indonesia. Produk ini diharapkan mampu menarik minat investor dalam negeri dan internasional, sekaligus menggenjot pertumbuhan investasi di sektor emas.
Selain itu, peluncuran ETF emas akan mendukung diversifikasi portofolio investasi dan memberikan alternatif instrumen keuangan yang lebih fleksibel dalam menghadapi volatilitas pasar global.
Sinergi dengan Bullion Bank untuk Investasi Berkelanjutan
Peluncuran bullion bank sebagai basis pendukung ETF Emas menandakan sinergi strategis antara sektor keuangan dan investasi emas.
Dengan adanya dukungan infrastruktur keuangan yang kuat dari bullion bank, ETF Emas tidak hanya menjadi produk investasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui investasi yang aman dan terpercaya.
Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memajukan pasar modal Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui inovasi keuangan.
Peluncuran produk ETF Emas oleh BEI, yang didukung oleh inisiatif bullion bank, merupakan langkah strategis untuk membuka akses investasi di sektor emas bagi masyarakat Indonesia.
Dengan diskusi intensif bersama manajer investasi, Pegadaian, dan DSN MUI, BEI telah menyiapkan landasan yang kuat untuk peluncuran produk ini di tahun 2025.
Meskipun masih menunggu regulasi OJK, potensi ETF Emas diharapkan dapat memperkuat pasar modal Indonesia melalui diversifikasi portofolio dan peningkatan likuiditas.











